Geser Australia, 700 Ribu Turis Tiongkok Pilih Berlibur ke Bali

Jumat, 21 Juli 2017 : 09.02
Kadis Pariwisata Bali AA N Yuniarha/foto:kabarnusa 
DENPASAR - Wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali masih didominasi asal Tiongkok yang hingga bulan lalu mencapai 700 ribu orang sekaligus menggeser dominasi wisman asal Australia yang selama ini menjadi andalan pariwisata di Pulau Seribu Pura.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Drs. AAN Yuniartha mengungkapkan, saat ini Bali memiliki 5 ribu hotel dengan jumlah kamar sekitar 130 ribu. Hanya saja, dari jumlah kamar itu baru 50 persennya atau sekitar 65 ribu yang terisi.

"Separuhnya masih kosong. Ini yang perlu dicarikan jalan keluarnya, salah satunya dengan mendatangkan wisatawan Cina yang kini semakin banyak ke Bali," ujar Yuniartha usai membuka workshop "Mendatangkan Wisatawan Tiongkok & Strategi Promosi Efektif melalui media Online di China," di Kuta, Kamis (20/7/2017).

Workshop diikuti pelaku industri pariwisata, pihak terkait lainnya. Workshop ini merupakan kerja sama Kementerian Pariwisata RI, Baidu dan Cunar (China Online Travel Flatform).

Yuniarta menyebutkan, jumlah turis mancanegara yang ke Bali terus meningkat. Sampai Juni 2017 ini jumlah kunjungan mencapai 2,8 juta turis. "Turis Cina nomor 1 disusul Australia nomor dua," tegasnya lagi.

Jumlah turis Cina saja sampai Juni 2017 sudah 700 ribu lebih sedangkan Australia 500 ribuan. Yuniartha optimis turis Cina ke Bali akan melebihi target yang diharapkan tahun ini yakni 1 juta. "Jika melihat jumlah kunjungan sampai Juni, kita optimis target 1 juta bisa dicapai bahkan lebih," sambung dia.

Jika melihat trend makin banyaknya turis Cina yang bepergian dari negaranya ada sekitar 130 juta warga Cina yang bepergian ke luar negeri setiap tahunnya, maka hal itu sebagai peluang besar. "Kalau kita bisa mendapatkan 10 persennya saja ini sudah bagaus," tukasnya.

Guna mencapai sasaran tersebut sekaligus mengisi kamar-kamar hotel yang masih ada, maka pihaknya berharap dukungan Baidu untuk bisa membantu membuka akses untuk promosi ke Cina.

Soal spending money atau pembelajaan turis Cina yang tak begitu besar, dia mengatakan yang perlu dilakukan adalah memprioritaskan bagaimana mengisi kamar yang masih sisa itu. Demikian pula soal kualitas turis yang datang.

Dalam kesempatan sama Director For Asia Pasific Tourism Promotions Kementerian Pariwisata RI Vinsensius Jemadu mengatakan kunjungan turis Cina ke Bali meningkat tajam.

Wisman asal Tiongkok itu kini mulai banyak berkunjung ke beberapa daerah tujuan wisata seperti Manado melonjak hingga 600 persen lebih. "Namun kita masih kekurangan guide Cina. Bahkan untuk melayani turis Cina di beberapa daerah kita harus datangkan guide dari Bali," tambahnya.

Untuk itu, Vinsensius mengajak para pelaku pariwisata untuk menggunakan teknologi digital dalam menjual pariwisata.

Selain memanfaatkan konektivitas udara melalui penerbangan langsung atau menambah rute penerbangan baru. Ia melihat kunjungan turis terbanyak menggunakan penerbangan. Karena itu konektivitas lewat udara ini perlu terus digenjot. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi