Gencarkan Razia, Satlantas Polres Tabanan Tahan 98 Motor Pelajar SMP

Rabu, 19 Juli 2017 : 17.45
Puluhan sepeda motor sebagai barang bukti  hasil razia yang ditahan di Mapolres Tabanan
TABANAN - Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di kalangan pelajar SMP dan SMA/SMK, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabanan, Bali, belakangan gencar melakukan razia di seputaran lingkungan SMP.

Dari kegiatan razia yang dilakukan selama dua hari terakhir ini, Satlantas Polres Tabanan telah melakukan puluhan penindakan langsung (tilang) dan menahan 98 unit sepeda motor.

"Total sepeda motor yang ditahan sebagai barang bukti ada 98 unit. Penahanan motor di Mapolres Tabanan dilakukan selama dua minggu untuk memberikan efek jera kepada para pelajar," ujar Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ketut Mastra Budaya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/7/2017) siang.

Menurut Mastra Budaya, untuk kegiatan hari ini, pihaknya mengerahkan 40 orang personil guna melakukan razia di Jalan Yos Sudarso dan jalan Diponegoro di depan SMPN 1 serta seputaran SMPN 2 dan SMPN 3, tepatnya di jalan Kresna dan sekitarnya. 

"Hari ini ada 84 pelanggar yang ditilang. Perinciannya 80 pelanggaran tanpa SIM, dua pelanggaran tanpa STNK dan dua pelanggaran tanpa helm. Barang bukti yang ditahan 56 unit sepeda motor dan 28 buah STNK," paparnya.

Mastra Budaya menjelaskan, tindakan tegas berupa penilangan dan penahanan sepeda motor ini dilakukan atas perintah Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto yang merasa prihatin atas terjadinya lakalantas di Desa Wanasari yang menwaskan pelajar SMP belum lama ini. 

"Lakalantas yang menewaskan pelajar SMP tersebut menjadi peringatan bagi orang tua, kepolisian dan semua pihak terkait, agar tidak membiarkan anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor," katanya.

Terkait hal itu, selain melakukan penahanan sepeda motor selama dua minggu, pihaknya juga akan memanggil para orang tua pelajar yang melakukan pelanggaran lalu lintas untuk diberikan pembinaan.

"Kami berharap para orang tua tidak memberikan ijin kepada anak-anaknya yang masih di bawah umur dan tidak memiliki SIM untuk mengendarai motor.

Masalah tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah yang selama ini dijadikan alasan sudah ada solusinya yakni angkutan Trans Serasi yang disediakan Pemkab Tabanan secara gratis," pungkasnya. (gus

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi