Banyak Pekerjakan Tenaga Asing, Dewan Buleleng Sidak PLTU Celukan Bawang

Sabtu, 22 Juli 2017 : 19.38
BULELENG - Rombongan anggota DPRD Buleleng melakukan sidak ke PLTU Celukan Bawang, Kecamatan Geroklgak yang memperkerjakan banyak tenaga asing. Komisi IV DPRD Buleleng berdalih, sidak dilakukan terkait tenaga kerja dan masalah dampak lingkungan.

Ketua Komisi IV Gede Wisnaya Wisna bersama angggota dan didamping Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Made Dwi Priyatni melakukan sweeping PLTU Celukan Bawang, Kecamatan Geroklgak.

Sweeping itu terkait dengan tenaga kerja dan masalah dampak lingkungan pada, Jumat (21/7/2017).

Sebelumnya Kepala Desa Celukan Bawang, Muhammad Ashari mengeluhkan sulitnya melakukan pendataan WNA di PLTU Celukan Bawang Dusun Pangkukan. Rombongan dewan diterima General Affair Manager, Indri, beserta Asep Pamanahan dan jajarannya.

Terungkap, dari 342 orang tenaga yang dipekerjakan, sebanyak 128 orang tenaga asing dari negeri Cina dan selebihnya tenaga Indonesia. Sesuai temuan Komisi IV, komposisi tenaga kerja disana yakni untuk tenaga kerja lokal sebanyak 60% sedangkan tenaga kerja asing sebanyak 40%.

Untuk masalah lingkungan, mereka sudah konsern, terbukti melakukan uji terhadap limbah-limbah yang dihasilkan baik limbah padat maupun limbah cair setiap 6 bulan sekali, serta hasilnya telah di laporkan ke dinas terkait secara berkala. Hasilnya semua masih dalam batas ambang batas aman yang di tentukan.

Untuk masalah tenaga kerja, Dewan memberikan beberapa saran agar tenaga kerja lokal ditingkatkan kualifikasinya, diupayakan untuk bisa menempati posisi yang lebih baik lagi. Tidak terbatas pada posisi seperti satpam, cleaning service maupun posisi di bawah lainnya.

"Kami minta agar tenaga kerja lokal diutamakan," tadas Wisna. Hendaknya tenaga lokal bisa menguasai sistim-sistim teknologi yang ada.

Diharapkan, pihak menejemen bisa memberikan pelatihan terkait oprasional alat-alat industri. Juga pendapatan daerah melalui Izin memperkejakan tenaga Asing (IMTA) masih sangat rendah.

Hal ini disebabkan sebagian besar dari tenaga asing tersebut memiliki lebih dari 1 tempat kerja misalnya disamping bertugas di Buleleng mereka tugas di luar daerah seperti di Jakarta itu secara otomatis pendapatan IMTA mereka di dapatkan oleh Pusat.

Ke depan, dewan berharap tenaga kerja asing di wilayah Kabupaten Buleleng, Izin IMTA dikeluarkan di Buleleng. Dengan begitu, retribusinya pun bisa dibayarkan ke Pemerintah kabupaten Buleleng dan ini bisa menjadi potensi pendapatan Daerah.

Anggota Komisi IV dari Fraksi Golkar Nyoman Gede Wandira Adi berharap peran Disnaker Kabupaten Buleleng dapat berperan lebih giat lagi sehingga peran tenaga kerja lokal bisa segera menguasai tehnologi yang dilaksanakan di PLTU ini seperti yang di targetkan sebanyak 90% dari jumlah tenaga kerja yang ada. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi