Bantaran Sungai Jadi Obyek Wisata, Tukad Bindu Denpasar Raih Penghargaan

Minggu, 23 Juli 2017 : 17.13
DENPASAR - Dipenuhi sampah dan pembuangan limbah telah menjadi gambaran keberadaan sungai-sungai secara umum saat ini. Namun keadaan tersebut tidak sepenuhnya dapat kita jumpai di kawasan sungai di Kota Denpasar.

Wali kota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara bersama masyarakat, para komunitas peduli sampah dalam program pemberdayaan bersama penataan sungai. Beberapa titik sungai telah ditata rapi dilengkapi dengan lampu warna-warni dan juga taman bermain anak.

Dari langkah ini telah berhasil membawa kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur meraih penghargaan Nasional. Keberadaan Yayasan Tukad Bindu juga tak terlepas dari keberhasilan diraihnya penghargaan yang menata dan menjadikan bantaran Tukad Bindu sebagai salah satu obyek wisata.

Predikat 5 besar Nasional diraih Yayasan Tukad Bindu dalam Lomba Komunitas Peduli Sungai yang diselenggarakan Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jawa Tengah dari tanggal 17 hingga 21 Juli 2017.

"Dari 36 peserta seluruh Indonesia yang mengikuti lomba ini, kami bersyukur bisa masuk lima besar tingkat nasional," ujar Ketua Komunitas Kali Bersih Tukad Bindu I Gusti Ari Temaja akhir pekan ini

Ari Temaja mengaku dalam perlombaan ini pihaknya telah memaparkan langkah-langkah dalam mengubah Tukad Bindu menjadi objek wisata dan taman rekreasi. Menjaga kebersihan Tukad Bindu tak terlepas dari merubah perilaku masyarakat yang sering menjadikan sungai sebagai wadah tampungan sampah serta membuang barang bekas.

Melihat hal tersebut dan mengingat pentingnya air sebagai sumber kehidupan, maka anggota Yayasan Tukad Bindu bersama para Komunitas Kali Bersih Tukad Bindu memiliki inisiatif untuk melakukan perubahan terhadap fungsi sungai.

Revitalisasi tukad ini juga tak terlepas dari komitmen Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara dalam memberikan program kemanfaatan menjaga lingkungan yang bersih dan asri.

Penataan tukad bisa berjalan lancar dengan dukungan masyarakat mulai dari pihak Banjar, Desa dan Kecamatan yang hingga saat ini semua bisa merasakan manfaat dan memahami pentingnya sungai, khususnya dilingkungan kawasan alur Sungai Bindu.

Tidak hanya membersihkan, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Bali bahwa peranan komunitas harus tumbuh dari kebutuhan yang telah disadari sejalan dengan keyakinan.

Dalam wujudkan aktivitas dalam kearifan Tri Hita Karana baik dilingkungan, sungai danau, mata air maupun waduk. Sehingga keberadaan air di Bali tetap lestari kualitasnya dan kuantitasnya demi anak cucu kita sungaiku indah dan lestari serta danaku indah dan lestari.

Sinergitas antara masyarakat, pemerintah dan swasta  juga penting untuk menjaga dan menata sungai serta memperdayakan masyarakat ekonomi kreatif.

Ia menambahkan, meraih predikat 5 besar tingkat nasional, juga berkat dukungan Pemkot Denpasar dengan dilengkapi berbagai fasilitasi lampu penerangan, tempat duduk, dan wahana air. Dari fasilitas yang disediakan Tukad Bindu kini dijadikan tempat rekreasi, jogging track, tempat arisan oleh ibu-ibu PKK dan lain sebagainya

Kabid Pengairan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar Gusti Ngurah Putra mengatakan, selain Tukad Bindu Pemkot Denpasar juga telah merevitalisasi beberapa tukad lainnya seperti Tukad Tagtag, Tukad Badung, Tukad Pungawa, Tukad Rangda, Tukad Pekaseh, dan Tukad Loloan.

Semua tukad itu bersih karena partisipasi masyarakat dan dibantu pasukan biru. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi