Aparat Desa Sulit Mendata Pekerja Asing di PLTU Celukan Bawang

Kamis, 20 Juli 2017 : 20.43
BULELENG - Kepala Desa Celukan Bawang Muhammad Ashari menyayangkan keberadaan warga negara asing yang bekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tidak melaporkan diri ke pemerintahan desa setempat.

Informasinya, PLTU berlokasi di Dusun Pungkukan Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak/Buleleng, Bali menyerap tenaga kerja lebih dari tiga ratus orang. Disamping itu, tenaga kerja yang dilibatkan setengahnya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina.

Berdirinya Pembangkit Listrik yang menelan dana senilai US$ 700 juta atau sekitar Rp 9 triliun sangat penting untuk masyarakat di Pulau Bali. Bahkan, masyarakat Buleleng turut kecipratan lapangan pekerjaan dibalik berdirinya PLTU Celukan Bawang.

Bahkan, mereka rata-rata sebagai pekerja yang setara dengan warga asing tersebut. Dibalik berdirinya Pembangkit listrik Tenaga Uap tersebut. Kepala Desa Celukan Bawang Muhammad Ashari menyayangkan keberadaan Warga Negara Asing yang tak lapor diri ke Kantor Desa Celukan Bawang dan di pekerjakan.

Terkadang saat instansi sidak ke areal PLTU, para pekerja asing yang jumlahnya ratusan orang itu selalu lolos dari kejaran sidak DPRD Buleleng maupun Imigrasian Buleleng. Bahkan belakangan ini Imigrasi Buleleng berhasil menangkap 6 pekerja Asing tanpa kelengkapan identitas dari Negaranya.

Untuk melihat para pekerja Asing yang berada di PLTU Celukan Bawang sangat sulit untuk ditemui, anehnya Kadus Pangkukan selaku penguasa wilayah dusun sangat sulit masuk ke Areal PLTU bahkan pernah juga Camat Gerokgak harus menunggu diluar pagar PLTU.

"Cobak pikir pak Kadus saya saja mau masuk ke PLTU susah," jelas Ashari kepada wartawan baru-baru ini. Dia memperkirakan keberadaan warga Asing di PTLU Celukan Bawang mencapai 148 orang lebih.

Ashari berharap ini Bupati Buleleng Putu Agus Suradnya, agar memberikan suatu rekomendasi kepada Kepala Desa Celukan Bawang, Disdukcapil serta Imigrasi Buleleng untuk bisa bersinergi melakukan sidak kepada warga Cina yang di pekerjakan itu.

Karena selama ini, pihak Desa Dinas Celukan Bawang tidak memiliki data terhadap warga asing yang dipekerjakan di PLTU.

"Tolonglah pemerintah bersinergi untuk bisa bersama Imigrasi dan Dukcapil diberikan kewenangan mendata mereka, jika terjadi ha-hal yang tidak diinginkan siapa nanti yang bertanggung jawab," ucap Ashari.

Diketahui, PLTU Celukan Bawang yang berkapasitas mencapai 380 megawatt (MW). Untuk menyalurkan listrik dari PLTU ini, PLN telah membangun Kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Celukan Bawang.

SUTT Celukan Bawang menyalurkan pasokan listrik dari PLTU dengan daya mampu hingga 380 MW, ke dalam sistem interkoneksi listrik Jawa-Bali. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi