Dharma Canti, Kapolda Bali Ingatkan Toleransi Demi NKRI

Senin, 01 Mei 2017 : 07.24
Kapolda Bali Irjen Golose bertemu tokoh Hindu dalam Dharma Canti   
DENPASAR - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengingatkan jajarannya dan masyarakat agar senantiasa memegang kuat semangat toleransi antar umat beragama untuk memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Hal itu ditegaskannya saat bertemu dengan keluarga besar umat Hindu Polda Bali yang menggelar acara dharma canti terkait hari raya Nyepi Tahun Caka 1939 di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Kamis (27/4/17).

Acara dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, Pejabat Utama Polda Bali, Purnawirawan Polri, Para Sulinggih, Bhayangkari Daerah Bali dan Kapolres se-Bali.

Dharma canti dengan tema "Melalui Perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1939, Kita Mantapkan Reformasi Internal Polri dan Perkuat Toleransi Kebhinekaan Berbangsa, Bernegara Demi Keutuhan NKRI" diikuti ribuan personel jajaran Polda Bali.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesucian dan spiritual kepada Tuhan sehingga dapat meningkatkan kwalitas sumber daya Polri dalam memberikan pelindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai upaya membangun sumber daya Polri yang profesional, bermoral, dan modern, diperlukan pembinaan kerohanian untuk mewujudkan mental kepribadian anggota Polri yang tangguh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan keselarasan dan kebahagiaan lahir batin dalam menjalani kehidupan pribadi maupun dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara.

"Jadikanlah dharma canti ini sebagai sarana introspeksi diri untuk selalu meningkatkan etos kerja, etika moral dan pengendalian diri dalam melaksanakan tugas Kepolisian," ujarnya.

Jenderal bintang dua dipundak ini mengaku sangat menikmati suasana Nyepi, yang datangnya setiap setahun sekali dan hanya ada di Bali. Bali sangat luar biasa dalam penerapan rohani terutama saat perayaan hari raya Nyepi.

Secara umum rangkaian kegiatan perayaan Nyepi berjalan dengan aman, hal tersebut disebabkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam bertoleransi. "Dari data gangguan Kamtibmas saat sebelum dan sesudah Nyepi, secara kwalitas, kriminalitas di Bali bisa dikatakan zero," tegas Golose. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi