Defisit APBN, Pemerintah Harus Lepas Ketergantungan Utang Luar Negeri

Rabu, 03 Mei 2017 : 06.52
ilustrasi/net
JAKARTA - Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan mengubah mainset paradigma berfikir mengejar pertumbuhan dengan dengan melepas ketergantungan kepada utang luar negeri.

"Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, harus lebih piawai dalam mencari terobosan-terobosan yang non konvensional dalam upaya mengurangi beban utang," jelas Ekonom Konstitusi Defiyan Cori dihubungi, Rabu (3/5/17).

Dia mengingatkan, ketergantungan terhadap utang bisa menjadi candu yang akan menghancurkan kemandirian pembangunan bangsa di masa depan.

Seharusnya krisis ekonomi dan keuangan yang telah terjadi berkali-kali menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dan otoritas keuangan dan moneter untuk berpikir di luar buku teks (out of the book) dan diluar paradigma sistem kapitalisme dan neoliberalisme.

"Kepatuhan atas konstitusi dalam menjalankan sistem perekonomian adalah hal mendasar dan utama, bukan hanya menjiplak sistem ekonomi yang asing bagi bangsa dan bertentangan dengan hukum konstitusi," tandas ekonom lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

APBN yang selalu defisit tiap tahun anggaran ini bukanlah sesuatu yang berat untuk diatasi apabila pemerintah mampu mengkonsolidasikan semua peluang dan potensi entitas bisnis dan ekonomi nasional.

Salah satu prasyaratnya tentu saja harus mampu keluar dari kerangka berpikir utang sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi bangsa dan hanya melalui kebijakan moneter "ansich" tanpa melihat potensi ekonomi lokal yang begitu besar.

"Perubahan pola pikir dan atau pemahaman arus utama (mainstream) ini memang tidak mudah karena terkadang menyangkut kebiasaan dalam keilmuan, mudah-mudahan tak sampai pada keyakinan pemegang otoritasnya," demikian Defiyan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi