menu
search

Konser Slank, Kemendes Gelorakan Nasionalisme dan Pembangunan di Perbatasan

Rabu, 01 Juni 2016 : 08.00
NTT - Konser perbatasan Merah Putih digelar di Atambua Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya menggelorakan semangat pembangunan dan nasionalisme warga, khususnya masyarakat perbatasan.

Ajang itu digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama grup band Slank. perbatasan Merah Putih digelar di Atambua Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 31 Mei 2015.

Salah satu prioritas pemerintahan Jokowi-JK yang tertuang dalam Nawa Cita adalah membangun Indonesia dari pinggiran, dari desa-desa, dan dari perbatasan.

Maksud dan tujuan konser Slank di perbatasan untuk menyemangati daerah-daerah kita di perbatasan supaya pembangunan di perbatasan semakin cepat dan diwujudkan bersama-sama,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

Konser perbatasan Slank di Atambua yang berbatasan dengan Republik Demokrat Timor Leste ini adalah gelaran kedua, setelah sebelumnya juga digelar di Singkawang Klaimantan Barat, 15 Mei lalu.

Menurut Menteri Marwan, daerah-daerah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga ini, adalah pintu gerbang Indonesia yang harus mendapatkan perhatian khusus. “Spirit nasionalisme harus terus dikumandangkan dan pembangunan di daerah terdepan RI ini tidak boleh lagi terabaikan,” katanya.

Alasan Kemendes PDTT menggandeng Slank dalam Konser di Perbatasan, karena band legendaris ini memiliki pesan kuat dalam lagu-lagunya. Termasuk dalam tiga persoalan pokok yang digarisbawahi di daerah perbatasan, yakni masalah narkoba, terorisme dan perdagangan manusia.

Slank dianggap relevan dalam menyampaikan pesan-pesan moral tersebut, selain untuk menggugah kebudayaan di daerah perbatasan. Setidaknya 41 kabupaten/kota di Tanah Air yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Pemerintah dalam hal ini, terus berupaya agar pembangunan berjalan optimal.

"Pembangunan juga diprioritaskan untuk mengurangi disparitas yang selama ini masih terjadi, baik Jawa-luar Jawa, desa-kota, dan pusat-pinggiran. “Berbagai program pembangunan sudah digencarkan di semua daerah perbatasan oleh pemerintahan Jokowi-JK,” imbuhnya. (des)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua