Asosiasi Media Online Bali Dideklarasikan

Minggu, 07 Juni 2015 : 09.18
Tak kalah pentingnya, media online tetap menegaskan pada integritas, kritis, dan kontruktif dalam merespons berbagai persoalan dan pembangunan di Bali.
Kabarnusa.com - Kehadarian media online di Pulau Dewata kian diperhitungkan karenanya pimpinan 7 media berbasis internet berhimpun dalam wadah Asosiasi Media Online (AMO) Bali untuk menegaskan komitmennya pada integritas, kritis dan konstruktif pada perubahan masyarakat.

Ketua AMO Bali Nyoman Sutiawan menyatakan, Kelahiran organisasi yang dipimpinnnya itu, sebenarnya sudah dirintis tiga tahun lalu hanya saja baru bisa direalisasikan sekarang dalam wadah tempat berhimpunnya media-media online di Bali.

"Kami berharap kehadiran AMO Bali bisa berkontribusi dalam mengembangkan pembangunan Balli dan Indonesia," tutur Sutiawan pada deklarasi AMO Bali di Warung Kubu Kopi Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Sabtu 6 Juni 2015 malam

Sebagai organisasi kata Sutiawan, AMO Bali akan mencoba tumbuh untuk turut ambil bagian berkiprah menunjukkan jati diri di hadapan publik.

"Visi kami sebagai media online, berbeda dengan media mainstrram, namun tetap eksis dalam memberikan sumbangsih turut menyebarkan informasi," imbuh Pimred Metrobali.com itu.

Acara deklarasi dihadiri puluhan undangan dari Komisi Informasi Publik (KIP), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, Humas Polda Bali, Penerangan Kodam IX Udayana, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali.

Untuk itu, media online yang bergabung di AMO menyatakan komitmennya untuk siap bekerjasama dengan pemerinrah daerah, dalam mempuikasikan kegiatan pembangunan di Bali kepada masyarakat.

"Teman-teman yang bergabung di AMO,  ingin mengembamgkan bukan hanya untuk organisasi juga untuk masyarakat Bali agar lebih cerdas dan kritis dalam menanggapi berbagai masalah," imbuhnya.

Tak kalah pentingnya, media online tetap menegaskan pada integritas, kritis, dan kontruktif dalam merespons berbagai persoalan dan pembangunan di Bali.

Dalam pandangan pakar Telematika Bali dan Ketua STIMIK Primakara Putu Agus Swastika, media online akan menjadi alternatif kekuatan media di masa mendatang.

Apalagi, seiring perkembangan globalisasi melahirkan generasi baru yang melek dan terhubung dengan informasi dan teknologi setiap saat.

Bahkan, di Amerika Serikat media mainstream seperti media cetak gulung tikar hingga  beralih ke media online.

Usai diskusi,  dilanjutkan deklarasi AMO Bali yang dilakukan pimpinan 7 media online, yakni Metrobali.com, Beritabali.com, Kabarnusa.com, Beritadewata.com, Suaradewata.com, Suarabali.com dan Beritajalanan.com.

Selain diisi dengan diskusi, AMO Bali juga menyerahkan sumbangan uang dan sembako kepada anak-anak panti asuhan di Yayasan SOS Bali (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi