Kios Bensin Pertamini di Tabanan Terbakar

Sabtu, 09 Mei 2015 : 22.38
Kabarnusa.com - Kios bensin eceran Pertamini milik Nengah Tantra (50) di Banjar Dauh Rurung,  Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Tabanan - Bali, terbakar, Sabtu (9/5/2015), sekira jam 08.30. Akibat kebakaran ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Informasi di lapangan, korban pemilik kios bensin Pertamini sekitar jam 08.00 wita  mengisi bensin yang dibelinya dengan wadah jerigen ukuran 30 liter ke  dalam wadah penampungan bensin Pertamini kapasitas 200 liter menggunakan slang plastik.

Namun saat pengisian bensin dari jerigen ke wadah pertamini tersebut, wadah pertamini ternyata sudah penuh sehingga bensin meluber ke luar.  Namun hal ini tidak diketahui korban, karena korban tengah asik ngobrol dengan temannya.

Pada saat bersamaan, istri korban merebus daging menyalakan kompor gas yang berjarak sekitar 4 meter dari kios Pertamini.  Saat kompor dinyalakan, tiba-tiba menyambar luberan bensin dari wadah Pertamini yang sudah mengalir  sampai di sekitar kompor.

Api langsung membesar dan membakar Kios Pertamini. Korban dan beberapa tetangga langsung melakukan pemadaman dengan air dan  peralatan seadanya. Api akhirnya dapat dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit. Sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan rumah.

Meski demikian, akibat kebakaran tersebut kios Pertamini  ludes terbakar tak bisa dimanfaatkan lagi."Kerugian sekitar Rp 10 juta," ujar Tantra pasrah.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Tabanan yang datang tidak sempat digunakan karena api sudah keburu mati.

Kasat Reskrim AKP Nyoman Sukanada saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung ke lapangan melakukan olah TKP.

Petugas juga memeriksa korban terkait Standar Operating Prosedur (SOP) kios Pertamini, khususnya tentang  faktor keamanan sesuai ketentuan.

Hal penting dilakukan mengingat di wilayah Kabupaten Tabanan belakangan bermunculan kios-kios bensin  eceran berupa kios Pertamini yang sistem penjualan bensin ecerannya menggunakan slang seperti layaknya di pom bensin Pertamina.

"Kami akan memeriksa kios pertamini lainnya dan mengingatkan pemiliknya agar tidak  mengabaikan faktor keamanan," ujarnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi