Oknum PNS Penadah Raskin Terancam Sanksi

Selasa, 10 Maret 2015 : 23.11
Share this Article
Kabarnusa.com -Kasus penjualan beras miskin (raskin) yang diduga dilakukan Kepala Lingkungan (Kaling) Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Gusti Ngurah Putra Ariawan (43), kepada oknum PNS Pemkab Jembrana, yakni Gede Bys, dinyatakan selesai oleh Inspektorat.

Pihak inspektorat telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap oknum PNS tersebut, termasuk terhadap Kaling Ketapang.

Inspektur pada Inspektorat Jembrana, Wayan Koriani Selasa (10/3/2015) membenarkan,  pihaknya telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap orang yang terlibat dalam penjualan raskin tersebut.

"Bahkan kami juga sudah  mengirim rekomendasikan kepada bapak bupati sesuai dengan PP 53/2010 tentang disiplin PNS,“ terangnya.

Menurutnya, rekomendasi kepada Bupati Jembrana I Putu Artha tersebut telah dikirim Senin (9/3) lalu. Nantinya, bupati yang berhak memutuskan sanksi terhadap oknum PNS tersebut.

Dari keterangan Oknum PNS Gede Bys, dia mengakui kalau telah membeli raskin dari Kepala Lingkungan (Kaling) Ketapang, seharga Rp 4500 per kilogram.

Beras miskin tersebut katanya dijual kembali dan dipakai untuk membuat krupuk. Karena istri oknum PNS tersebut seorang pedagang dan membuka warung di rumahnya.

"Sedangkan untuk penanganan Kaling Ketapang, itu bukan menjadi kewenangan kami,” ujarnya didampingi anggotanya Putu Widiantara.

Koriani mengatakan pihaknya komit untuk melakukan pembinaan terhadap PNS sehingga dapat memberikan efek jera.

Sementara penanganan Kaling Ketapang dalam kasus penjualan raskin oleh Polres Jembrana, ternyata masih jalan ditempat.

Hal ini karena pihak penyidik di Unit III Polres Jembrana masih disibukkan dengan beberapa kasus dugaan korupsi lainnya.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra didampingi Kanit III Tipikor Polres Jembrana Ipda Putu Merta mengatakan kasus ini juga tetap dilakukan penyelidikan.

“Ya bertahap dulu karena jumlah penyidik kami terbatas, penyelidikan tetap kami lakukan,” tambah Merta.(dar)

Rekomendasi