Usung Teknologi Kecerdasan Buatan, Cheetah Mobile Rombak Aplikasi Utilitas

Jumat, 01 Desember 2017 : 06.32
Vice President Cheetah Mobile paparkan visi perusahaan di Jakarta
JAKARTA - Mengusung teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Cheetah Mobile Inc. (NYSE: CMCM), perusahaan Internet mobile dengan DNA kuat dalam globalisasi mengumumkan misi baru untuk “Membuat Dunia Lebih Cerdas”

Teknologi itu mentransformasi aplikasi utilitas dan aplikasi berbasis konten seperti aplikasi Cheetah Mobile paling populer di Indonesia, seperti, PhotoGrid, aplikasi photo editing No.1 dan Cheetah Keyboard, aplikasi personalisasi No.2, kini didukung AI.

Cheetah Mobile meluncurkan fitur eksklusif khusus untuk pengguna di Indonesia, salah satu pasar terbesarnya.

Vice Presiden, Cheetah Mobile, Johnny Li mengungkapkan, di Cheetah Mobile, selalu mencari cara inovatif untuk menghadirkan pengalaman pengguna seluler lebih cerdas dan cepat; dan pengembangan kecerdasan buatan menghadirkan solusi tepat.

"Kami akan terus meningkatkan platform teknologi berbasis AI, yang membawa peluang baru ke ruang utilitas seluler dan mendorong kemajuan pesat produk konten seluler kami.” jelas Johnny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/11/2017).

Di tahun sama, Cheetah Mobile menerapkan teknologi kecerdasan buatan untuk mentransformasi aplikasi utilitas dan aplikasi berbasis kontennya.

Sejak saat itu, perusahaan terus menerus melakukan pengembangan dan penyempurnaan di bidang kecerdasan buatan, speech recognition, real-time translation, deep learning tags, face recognition algorithm dan sebagainya.

AI menjadi topik hangat dalam beberapa tahun belakangan. Indonesia termasuk yang menaruh perhatian pada AI, terlihat dari penerapan AI di berbagai industri, seperti, e-commerce, ritel, perjalanan, belanja, chatting, hingga Fintech.

Meskipun AI diperkirakan merambah ke industri lain di Indonesia, beberapa tantangan dihadapi di Indonesia, termasuk kurangnya sumber daya manusia dengan keahlian di bidang AI serta masalah pendanaan.

Cheetah Mobile berniat menerapkan bisnisnya di Indonesia sebagai upaya berbagi ilmu seputar AI dengan masyarakat setempat. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi