Urus Ternak dan Garap Lahan, Warga Terobos Zona Bahaya Gunung Agung

Minggu, 03 Desember 2017 : 18.54
Kepala SAR Kantor Denpasar Ketut Gede Ardana turun langsung membuju warga agar mengosongkan Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 dan 2 Gunung Agung di Kabupaten Karangasem
KARANGASEM - Tim SAR gabungan terpaksa harus menghalau warga yang hendak nekat menerobos zona perkiraan bahaya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali.

Dengan langkah persuasif, petugas membujuk warga yang masih nekat berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 dan 2 agar segera mengungsi mengingat bahaya erupsi bisa datang secara tiba-tiba.

Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, TNI, serta relawan melakukan pemantauan di salah satu desa yang masuk dalam KRB, yakni Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Minggu (3/12/2017).

Kedatangan petugas di wilayah itu, karena masih terlihat warga beraktivitas, beberapa kendaraan masih lalu lalang. Tim SAR gabungan menghentikan warga dan menghimbau agar mereka mengikuti anjuran pemerintah.

Mereka harus menjauhi radius Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana turun langsung menghimbau warga agar menjauh zona berbahaya.

Petugas menghentikan kendaraan yang hendak nekat menerobos KRB 2 dan 3 Gunung Agung
"Kami terus mengarahkan tim supaya senantiasa berperan aktif dalam mewujudkan "zero" jiwa dalam KRB 3 dan 2," tandasnya. Diakui Ardana, meskipun berulang kali tim SAR gabungan mengosongkan dalam KRB 3 dan 2, nampaknya masih saja terlihat warga beraktivitas.

Ardana menanyakan alasan warga yang tidak mau menjauhi zona bahaya erupsi itu, sebagian mengatakan, sebenarnya mereka sudah mengungsi, namun siang hari harus kembali untuk memberi makan ternak atau mengolah lahan mereka.

Dalam mengantisipasi kondisi ini, tim SAR harus mempercepat respon time, memperhitungkan strategi pergerakan yang efektif namun tetap mengutamakan keselamatan personil. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi