Tunda dan Batalkan Sejumlah Penerbangan, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Sabtu, 02 Desember 2017 : 09.23
JAKARTA - Garuda Indonesia menegaskan penundaan sejumlah penundaan dan pembatalan penerbangan disebabkan dikarenakan proses masa recovery operasional penerbangan yang sebelumnya sempat terdampak Erupsi Gunung Agung, Bali, beberapa waktu lalu.

Akibatnya, beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan Garuda Indonesia di sejumlah rute terjadi pada Jumat 1 Desember 2017.

Selama penutupan bandara Bali dan Lombok akibat erupsi Gunung Agung, Garuda membatalkan lebih dari 300 penerbangan. Kondisi ini menyebabkan crew dan pesawat sempat tertahan di beberapa bandara outstation (domestik & internasional), sehingga harus dilakukan penyesuaian massive terhadap assignment crew dan pesawat.

"Perubahan yang massive tersebut kemudian memberikan dampak terhadap penjadwalan pesawat dan crew," tutur VP Corparate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Hengki Heriandono dalam siaran persnya.

Penundaan sejumlah sektor penerbangan Garuda Indonesia tersebut terjadi dikarenakan total trafik penerbangan di Bali berkontribusi terhadap 30 persen dari total daily flight Garuda Indonesia setiap harinya.

Hengki menambahkan, selain disebabkan proses masa recovery operasional penerbangan pasca erupsi Gunung Agung, faktor cuaca juga menjadi salah satu kendala signifikan terkait penundaan penerbangan Garuda Indonesia.

Pihaknya memastiakn, komitmen keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama bagi Garuda Indonesia. Karenanya, maskapai plat merah ini, senantiasa berupaya untuk memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan dalam menjalankan operasional penerbangan.

"Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh penumpang atas situasi terjadi, dan kami hingga saat ini terus berupaya untuk memulihkan dampak dari keterlambatan penerbangan tersebut dengan memaksimalkan seluruh lini pelayanan operasional penerbangan," tutur Hengky.

Selain itu, Garuda Indonesia akan menerapkan delay management policy kepada seluruh penumpang yang terdampak, termasuk memberikan snack meals, biaya kompensasi, penyediaan fasilitas hotel penumpang.

"Termasuk mengupayakan pemberangkatan penumpang pada beberapa penerbangan Garuda Indonesia yang tersedia," demikian Hengky. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi