Penghargaan Restrukturisasi Terbaik Kemenkeu untuk PDAM Tabanan

Minggu, 03 Desember 2017 : 15.30
TABANAN - Memasuki akhir tahun 2017 Kementerian Keuangan memberikan penghargaan Restrukturisasi Terbaik kepada PDAM Kabupaten Tabanan.

Penghargaan diterima Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa bersama Direktur Utama PDAM Kabupaten Tabanan IB Oka Sedana dalam Workshop Pemberdayaan PDAM Pasca Restrukturisasi Dalam Rangka Peningkatan Kinerja dan Perbaikan Manajemen Keuangan pada 23 November 2017 lalu di Bogor.

Kemudian, penghargaan itu diserahkan kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai sebuah laporan.

Bupati Eka bersyukur dan bangga atas keberhasilan PDAM Kabupaten Tabanan. Upaya PDAM selaku perusahaan daerah yang melayani kebutuhan air bersih di Kabupaten Tabanan mendapatkan apresiasi positif dari pemerintah pusat.

“Meksipun begitu, saya tetap menegaskan agar prestasi ini diimbangi juga tetap mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Eka usai menerima laporan Sedana.

Sebagai sebuah perusahaan daerah, PDAM Tabanan ke depannya harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Upaya itu harus terus ditingkatkan karena pelayanan yang baik dan cepat sudah menjadi tuntunan masyarakat.

“Kalau ada keluhan, sebisanya agar cepat ditindaklanjuti dan ditangani. Layanan yang cepat sekarang ini menjadi kebutuhan oleh masyarakat selaku konsumen,” imbuhnya.

Sedana menyebutkan, penghargaan yang diterima jajarannya itu tidak lepas dari keberhasilan melunasi pinjaman hasil restrukturisasi dengan nilai sekitar Rp 5,7 milyar dari semula Rp 25,9 milyar.

Pinjaman itu sendiri tidak lepas dari perjalanan panjang yang dialami PDAM di seluruh Indonesia. Menurut IB Oka Sedana, pada periode 1988 sampai dengan 1993, hampir seluruh PDAM di Indonesia melakukan pinjaman pengembangan pembangunan dengan skenario SLI dan DDI.

Namun dalam perjalanannya, banyak yang mengalami kegagalan dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Kemudian, lahirlah ratifikasi MDGs yang konsekwensinya berlanjut pada perintah Wapres kepada Menteri Keuangan agar dapat melakukan penghapusan denda dan bunga atas pinjaman PDAM seluruh Indonesia. Perintah itu kemudian dikuatkan dengan terbitnya Permenkeu Nomor 120/PMK/2008.

“Harapan wapres saat itu, PDAM agar dapat memberikan akses air minum lebih cepat,” terangnya. Setidaknya, ada 178 PDAM yang melakukan pinjaman dengan total Rp 5,2 triliun, lima PDAM membayar secara lancar dengan nilai Rp 430 miliar. Sedangkan sisanya mengikuti restrukturisasi.

Dari PDAM yang mengikuti program restrukturisasi, sebanyak 105 PDAM berjalan tidak lancar dengan nilai Rp 4,1 triliun, 54 PDAM berjalan lancar dengan nilai Rp 432 milyar, dan hanya 12 PDAM yang menjalani kewajiban restrukturisasi dengan lancar dan memiliki kinerja baik sampai dengan 2016.

Dari 12 itu, PDAM Tabanan masuk ke dalam salah satunya sehingga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan.

“PDAM Tabanan sendiri sudah mulai mengikuti proses cut off pada 2008 dan melakukan pemenuhan kewajiban selama empat tahun dari lima tahun yang disepakati dalam program restrukturisasi. Selain itu, PDAM Tabanan juga dianggap memiliki kinerja baik sampai dengan batas akhir pemantauan,” tandas IB Oka Sedana. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi