Pangdam Komaruddin Masih Temukan Warga Beraktivitas di Zona Bahaya Gunung Agung

Rabu, 06 Desember 2017 : 01.13
Pangdam Udayana, saat memantau kesiapan anggota di lapangan dalam penanganan erups Gunung Agung
KARANGASEM - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak mengecek kesiapan jajarannya di lapangan dalam melaksanakan perintah Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk membantu mengosongkan Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung dari aktivitas warga.

Untuk itu, Pangdam Komaruddin mengajak Danrem Kolonel Arh Wayan Widiyana dan para pejabat Kodam melihart langsung kondisi anggota yang betugas di lapangan khususnya para anggota Babinsa di Kabupaten Karangasem.

Saat mendekati KRB 3 di Desa Muncan Kecamatan Rendang, Pangdam masih menemukan warga masyarakat lalu lalang dan kembali ke rumah mereka.

Melihat itu, dia memerintahkan anggota Babinsa dan petugas jaga di Pos Jaga, agar lebih tegas menghimbau warga agar tidak beraktivitas di rumah mereka selama status Gunung Agung masih Awas.

"Siapapun warga, dilarang mendekat, beraktivitas di KRB," tegas Panglima saat meninjau Pos Jaga Desa Muncan yang berjarak kurang dari 11 Kilometer itu.

Dia meminta anggota di lapangan agar membantu pemerintah dalam mengamankan setiap jiwa manusia. Menjadi kewajiban bagi TNI, untuk hadir pos-pos jaga guna memastikan tidak ada warga kembali ke rumah mereka karena sangat membahayakan keselamatan.

"TNI hadir karena amanat Undang Undang Nomor Nomor 34, bahwa TNI Sah dalam membantu pemerintah baik pada saat damai maupun saat kondisi darurat," tandasnya.

Bahkan, ketika melihat tidak sedikit warga nekat kembali ke rumah untuk keperluan seperti memberi makan ternak, mengambil pakaian hingga berladang, Komaruddin langsung memerintahkan anggota jaga lebih tegas melarang mereka mendekat zona bahaya.

Kata Panglima, demi keamanan jiwa atau siapapun warga yang masuk zona bahaya harus ditarik, makanya di lengan setiap anggota Babinsa, sengaja dikenakan kain bertuliskan Gunung Agung.

Hal itu menandakan, bentuk kesiapan jajaran Babinsa dalam mengawal bencana erupsi Gunung Agung dan mengamankan warga.

Dengan begitu, sembari berseloroh, gubernur atau pejabat lain bisa tenang karena ada anggota yang senantiasa berjaga memantau dan membantu penanganan erupsi Gunung Agung.

Ketika mendengar dan melihat paparan anggota Pos Jaga, jika masih ada warga yang masuk KRB dengan dalih mengambil makanan atau memberi pakan ternak, Panglima meminta anak buahnya anggota berjaga, melakukan pendekatan himbauan agar warga menjauh.

"Anggota TNI yang harusnya pergi memberi makan ternak warga, istilahanya anggota TNI yang mati lebih dahulu dari pada rakyat yang mati," selorohnya.

Pihaknya ingin memastikan, agar perintah Gubernur Bali, sudah dilaksanakan oleh jajajaran anak buahnaya di lapangan. Demikian juga, tulisan kain pada lengan anggota kini berubah dari Babinsa menjadi Gunung Agung.

Selain itu, rombongan Panglima juga melihat dari dekat di Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunungapi Agung di Kecamatan Rendang, serta bagaimana kondisi pengungsian termasuk hewan-hewan ternak mereka.

Panglima juga menikmati santap siang bersama para pengungsi di Desa Nongan, Rendang. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi