Berumur 32 Tahun, Jembatan Penghubung Dua Desa di Buleleng Mengkhawatirkan

Minggu, 03 Desember 2017 : 14.23
Kondisi jembatan penghubung Desa Pemaron dan Tukad Munggu, Buleleng mulai retak dan berlubang
BULELENG - Kondisi jembatan penghubung antara Desa Pemaron dan Tukad Mungga di Kabupaten Buleleng Bali mulai mengkhawatirkan karena sudah mengalami retak dan berlubang sehingga dapat membahayakan keselamatan pengendara roda dua dan empat.

Perbekel Pemaron Putu Mertayasa mengakui, melihat kondisi jembatan saat ini, perlu mendapat penanganan serius dinas instansi terkait.

Jembatan terbuat besi serta papan dek dan berdekatan dengan Pura Dalem Desa Pemaron, dengan kondisi seperti itu aspal pada landasan jembatan mulai mengalami retak dan berlubang. Beberapa kali dilakukan penambalan sehingga pengendara kini merasa was was dan harus berhati-hati saat melintas.

Mertayasa mengungkapkan, pihaknya pernah mengajukan permasalahan tersebut dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradyana sudah mengetahui kondisi jalan saat menghadiri Upacara Adat di Pura Dalem Pemaron.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya khawatir bisa menimbulkan permasalahan di lapangan seperti laporan terjadi antara sopir adu mulut karena saling ingin mendahului saat berpapasan.

“Kami sudah ajukan, mengingat jembatan tersebut sempat berlubang dan beresiko buat pengemudi ditambah jalan yang sempit dan arus lalu lintas, pengemudi roda empat jarang ada yang mau mengalah kalau berpapasan diwilayah itu,” terangnya beberapa waktu lalu..

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengaku sudah menerima laporan tentang jembatan Pemaron, itu merupakan jembatan tua yang dibangun sejak tahun 85 dengan lantai papan dek, kondisinya sudah rapuh bersama papan deknya.

"Sudah diprogramkan, cuman terbentur masalah anggaran, sudah sempit dan tua dan segera dihitung dianggarannya, untuk dianggarkan pada tahun 2018 mendatang. Mohon masyarakat pengguna jalan bersabar dulu,” terangnya.

Dinas PUPR dengan keterbatasan anggaran tetap akan dijadikan prioritas pada TA 2018, dari hasil survey team PUPR memang ditemukan pergeseran dek papan yang menjadi pondasi jembatan tersebut.

Hanya saja, karena keterbatasan anggaran, sehingga penangannya papan dek yang rapuh diganti untuk menutup lubang, papannya bergeser sehingga menjadi celah. Untik perlebaran, perencanaannya nanti diganti dengan kontruksi baru, minimal rabat kasar 5-6 meter, dengan pondasi tulang beton. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi