Berjualan di Trotoar, Puluhan PKL Diciduk Satpol PP Denpasar

Rabu, 06 Desember 2017 : 22.05
Petugas menyita barang dagangan PKL yang jualan di atas trotoar jalan
DENPASAR - Sebanyak 40 Pedagang Kaki Lima (PKL) diciduk tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar lantaran berjualan di atas trotoar dan badan jalan, Rabu (6/12/2017).

Kasatpol PP Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga memimpin penertibam di kawasan Pasar Sanglah, Jalan Gunung Kawi, Jalan Kartini dan Jalan Gajah Mada.

Sayoga mengatakan, PKL ini ditertibkan karena berjualan diatas trotoar dan badan jalan. PKL ini melanggar Perda No.1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Dalam Perda tersebut ditentukan bahwa dilarang berjualan di atas trotoar, badan jalan dan bantaran sungai.

"Tidak hanya itu keberadaan rombong dan lapak PKL di atas trotoar juga sangat mengganggu pejalan kaki, maupun menganggu ketertiban lalu lintas," katanya.

Kata dia, agar tidak terulang pihaknya akan terus melakukan penertiban setiap hari terhadap PKL yang berjualan di sembarang tempat, seperti di atas trotoar dan di badan jalan.

"Kami akan terus melakukan tindakan terhadap PKL yang berjualan di sembarang tempat, seperti di atas trotoar yang merupakan fasilitas umum, sehingga Kota Denpasar tidak ada lagi PKL yang berjualan sembarang tempat,’’ujarnya.

Sebelum melakukan penertiban itu, pihaknya telah memberikan teguran, peringatan dan pemasangan baliho larangan berjualan. Namun masih ada pedagang yang membandel atau melakukan pelanggaran seperti saat ini.

Dalam aksi penertiban ini ia mengaku beberapa pedagang ada yang langsung mengangkut rombong maupun jualannya secara sendiri. Bagi yang membandel pihaknya mengangkut barang jualan pedagang secara paksa guna memberikan efek jera.

Mereka yang terjaring melanggar ini akan di Tindak Pidana Ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar. Dalam penertiban PKL pihaknya melakukan pembinaan dan pengawasan agar bisa menciptakan kota yang aman, nyaman, dan indah.

"Kami mengimbau para PKL agar tidak berjualan di atas trotoar. Karena penertiban ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga Kota Denpasar menjadi bersih, tertib dan indah," katanya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi