Tingkatkan Mutu Kakao dan Lindungi Kopi, Bupati Eka Diganjar Dua Penghargaan

Selasa, 28 November 2017 : 14.46
Bupati Eka Wiryastuti menujukkan dua penghargaan dari Kementerian Pertanian dan Kemenkum dan HAM
TABANAN - Dinilai berhasil meningkatkan mutu kakao fermentasi dan turut melindungi Kopi Robusta Pupuan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendapat dua penghargaan dari Kementerian Pertanian dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Penghargaan pertama Kementrian Pertanian diberikan kepada Bupati Eka atas Keberhasilan Meningkatkan Mutu Kakao Fermentasi di Kecamatan Selemadeg. Sedangkan, penghargaan kedua berupa Penghargaan Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kedua penghargaan tersebut diterima Bupati Eka didampingi Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana di rumah dinas Kantor Bupati, Selasa (28/11/2017).

"Ini hasil kerja keras pemerintah dan masyarakat dalam memajukan pertanian Tabanan. Diharapkan dengan adanya penghargaan ini menjadikan Pemkab Tabanan khususnya Dinas Pertanian sebagai leading sektor untuk berbuat lebih progresif dan berbuat dari hati untuk kepentingan petani," katanya.

"Di Tabanan sendiri ada banyak produksi pertanian seperti kakao, kopi, yang sudah dikenal nasional maupun internasional. Dengan penghargaan ini semoga kita lebih progresif lagi untuk kepentingan petani kita," ungkapnya.

Pihaknya terus mensupport dari hulu ke hilir untuk memajukan pertanian Tabanan. Dalam hal ini semua pihak memiliki peran. Penyuluh pertanian misalnya harus punya niat yang tinggi bagaimana agar petani bisa maju.

“Petani kan tidak punya link, akses atau sarana, maka kita pemerintah wajib di depan memfasilitasi mereka. Apapun itu bentuknya harus kita ajarkan, baik menanam bibit, olah tanam, membasmi hama dan memarketkan. Kita juga punya Bumda dan Bumdes, itu harus di link kan,” tutur dia

Atas penghargaan sertifikasi yang diterima, Bupati Eka menegaskan Tabanan dapat melebarkan sayap lebih luas. Ini juga merupakan bukti bahwa pemerintah pusat juga sudah mengakui Tabanan untuk memasarkan produknya tidak hanya di Bali atau Indonesia saja bahkan hingga internasional.

“Perjuangan meraih sertifikasi ini tidak mudah, kita sudah memperjuangkannya dari tahun 2014 dan akhirnya kita dapatkan. Sertifikasi ini bukti bahwa produk kita baik, aman, jadi bisa dipasarkan lebih luas,”ucap Eka.

Untuk penghargaan sertifikasi indikasi geografis diberikan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Pupuan (MPIG-KRP) Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan untuk indikasi geografis dengan nama Kopi Robusta Pupuan Bali.

Perlindungan Hak Indikasi Geografis tersebut diberikan selama karakteristik khas dan kualitas yang menjadi dasar bagi perlindungan atas indikasi geografis tersebut masih ada. Penghargaan bidang kopi robusta ini dinilai Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada April sampai dengan Juni 2017. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi