Rudal Pasupati UGM Sukses Mengudara di Lanud Adisutjipto

Minggu, 12 November 2017 : 16.06
Uji coba rudal Pasupati UGM di Lanud Adisutjipto Yogyakarta/foto:hms ugm
YOGYAKARTA - Tim peluru kendali (rudal) dari grup riset Aeronautika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sukses melakukan uji terbang terhadap rudal penelitian generasi pertama mereka.

Bertempat di Lanud Adisujtipto, Gading, Wonosari, Yogyakarta dilakukan uji coba dalam cuaca cerah berawan dan sangat mendukung uji terbang rudal, ditambah hembusan angin kecepatan tidak terlalu tinggi.

Penelitian rudal UGM dinamakan Pasopati ini direncanakan dalam waktu tiga tahun didanai Kemenristekdikti melalui skema Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi.

Ketua penelitian Dr. Gesang Nugroho menyampaikan tahun pertama 2017 ini difokuskan pada desain dan manufaktur rudal dengan jarak tempuh 30 – 50 km. Jarak tempuh dan akurasi terus ditingkatkan hingga pada tahun ketiga mencapai target 100 km.

“Rudal elektrik tahun pertama ini didesain untuk dapat melakukan misi penyerangan target atau sasaran diam dengan terbang rendah agar tidak terdeteksi radar,” kata Gesang dikutip laman ugm.ac.id, Minggu (12/11/2017).

Rudal Pasopati yang dikembangkan, mempunyai beberapa data, yaitu penggerak elektrik menggunakan Electric Ducted Fan (EDF), jarak jangkauan sejauh 30 - 50 km, kecepatan jelajah berkisar 100 - 200 km/jam dan mampu membawa payload kurang lebih 2 kg.

Desain rudal Pasopati ini sudah menyelesaikan tahap Design Requirement and Objective (DRO), Conseptual Design, Preliminary Design dan terakhir Detail Design.

“Seperti kita ketahui, Pasopati merupakan nama senjata Arjuna dalam tokoh pewayangan. Pasopati serupa anak panah yang mampu melesat dengan kecepatan, akurasi dan kemampuan yang luar biasa. Dari Panah Pasopati itulah tim rudal UGM terinspirasi,” urainya.

Rudal Pasopati generasi pertama ini memiliki panjang 170 cm, diameter 17 cm, berat kosong 0,9 kg. Penggunaan electric ducted fan (EDF) dipilih karena memiliki karakteristik yang mirip dengan turbojet namun memiliki keuntungan tambahan yaitu lebih mudah dikendalikan.

Penggunaan EDF pada tahap awal ditujukan untuk mendapat data kendali untuk perkembangan selanjutnya. Tim rudal UGM beranggotakan M. Agung Bramantya, Ph.D., Iswandi dan Isnan Nur Rifai

Tim peneliti rudal pasupati UGM
Menurut M. Agung Bramantya, Ph.D yang memimpin uji terbang, rudal Pasopati berhasil take off dan terbang dengan stabil, mampu menyelesaikan misi jelajah secara autonomus dengan ketinggian 100 m, kecepatan maksimum 130 km/jam dan jarak 5 km untuk waktu terbang sekitar 3 menit.

“Rencana ke depan akan menambah jarak tempuh dengan menggunakan pendorong turbojet, menguji kecepatan maksimum, menambah akurasi dan membuat sistem produksi yang lebih efisien,” tambah Agung.

Saat uji terbang tersebut Agung bersama empat mahasiswa bimbingannya, Ivan, Ghani, Yosua, dan Andika. Penelitian rudal merupakan hal strategis yang harus dikuasai oleh suatu bangsa yang ingin berdaulat.

Para peneliti di UGM yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas telah memulai dan sukses melakukan uji terbang rudal Pasopati generasi pertama.

Selain membanggakan, juga membuka tantangan dan peluang baru untuk mengembangkannya. UGM dalam hal ini grup riset Aeronatika membuka peluang seluas-luasnya untuk bekerjasama dalam pengembangan riset dan teknologi dirgantara dari semua pihak demi kedaulatan bangsa. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi