PSI Ajak Generasi Millennial Jalankan Politik Baik dan Benar

Minggu, 26 November 2017 : 21.59
Talkshow generasi millennial dan politik jaman now yang digelar PSI Bali di Denpasar
DENPASAR - Partai Solidaritas Indonesia mengajak generasi millennial agar mengambil peranan dalam perubahan masyarakat salah satunya masuk jalur partai politik. Masalah peran generasi muda saat ini dibahas Dewan Pimpinan Wilayah Bali yang menggelar Talkshow bertajuk Generasi Millennial dan Politik Jaman Now.

Talk showini digelar di Hotel Harris Denpasar, Minggu (26/11/2017). Generasi Millennial adalah terminologi generasi yang saat ini banyak diperbincangkan oleh banyak kalangan di dunia di berbagai bidang.

Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir diantara tahun 1980 an sampai 2000 an sebagai generasi millennial. Namun generas ini cenderung antipati terhadap politik. Millenials menyukai topik pembicaraan yang terkait musik/film, olahraga, dan teknologi.

"Kami menghadirkan pembicara yang diluar politik praktis namun tetap dapat mengkritisi politik melalui bidang seni," ungkap Ketua Panitia Pelaksana Cokorda DwiSatria.

Ketua DPW PSI Bali I Nengah Yasa Adi Susanto menyebutkan, tidak seharusnya generasi muda antipati terhadap politik. Karena tonggak kepemimpinan kelak akan dipegang generasi millennials.

Bro Adi, sapaan Yasa Adi menyebutkan, sebenarnya politik memiliki tujuan yang mulia jika dijalankan dengan baik dan benar. “Generasi millennials harusnya mengetahui isu-isu dan problematik yang terjadi di Indonesia dan bisa bergerak dari banyak jalur, tidak hanya melalui politik,” ungkap Adi.

Selain itu ia menambahkan perlunya peran generasi millennials sebagai control atas proses proses politik yang terjadi di legislatif maupun eksekutif.

Ketua DPP PSI Tsamara Amany menyebutkan bahwa partainya juga dibangun dari proses kritik terhadap partai politik yang tidak baik. Menurutnya, untuk membenahi sistem pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif hendaknya diawali membenahi sistem di Partai Politik itu sendiri.

Dari ide inilah PSI sebagai partai baru dengan garapan anak muda yang baru berpartai politik serta memiliki gagasan yang baru. “Kami memiliki proses rekruitmen calon anggota legislatif yang baru. Di mana caleg yang layak maju dari PSI ditentukan tim panelis yang terdiri dari akademisi dan aktivis," sambungnya.

Selanjutnya masih disiapkan sistem, dimana masyarakat dapat memberikan penilian atas kinerja caleg-caleg ini nantinya jikas udah menjabat. "Jika dia tidak menjalankan tugas dengan baik, maka masyarakat dapat melaporkan dan bisa kami peringatkan bahkan diberhentikan,” papar Tsamara. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi