Prof Sudiana Bertekad Wujudkan IHDN Jadi Kampus Kerukunan

Selasa, 07 November 2017 : 21.40
Rektor IHDN Denpasar Prof Ngurah Sudiana memberikan keterangan pers jelang Dies Natalis ke-8
DENPASAR - Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Profesor Dr I Gusti Ngurah Sudiana menegaskan tekad jajaranya menjadikan lembaga pendidikan tinggi yang dipimpinannya itu sebagai kampus kerukunan.

Menurutnya, kampus sebagai lembaga ilmiah tentunya mengedepankan pemikiran, rasionalitas dan menjaga harmonisasi antar lingkungan lembaga pendidikan tinggi. Hanya saja, masih kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia antarkampus atau antar sekolah terjadi gesekan antara mereka.

Selama ini, sering terlihat bagaimana antar mahasiswa atau kampus bisa saling serbu satu sama lain sehingga cukup memprihatinkan dunia pendidikan di Tanah Air.

"Kami memiliki program bagaimana ke depan IHDN bisa menjadi kampus kerukunan di Indonesia," tegas Sudiana dalam jumpa pers menjelang Dies Natalis ke-8 di kampus IHDN Jalan Ratna Denpasar, Selasa (7/11/2017).

Upaya ke arah sana terus dilakukan di internal civitas akademika, dengan mendorong dialog dan membangun kerukunan diantara kampus atau sekolah.

"Bagaimana membuat kampus kerukunan, karena ini menjadi kunci, bagaimana mereka bisa membuat lingkungan mereka berada dalam suasana damai, rukun dan saling menghargai," tandasnya.

Pada bagian lain, Sudiana memaparkan program-program ke depan IHDN untuk meningkatkan kualitas SDM pengajar hingga profesor. Setiap tahun, minimal IHDN harus bisa melahirkan satu profesor atau guru besar.

Dalam mendukung arah peningkatan kualitas dosen atau pengajar yang bergelar Doktor agar bisa berupaya mengembangkan keilmuwannya dengan menjadi guru besar, IHDN akan membuat jurnal ilmiah dan percetakan yang bisa digunakan para dosen dalam membuat karya ilmiah mereka

Selain itu, IHDN terus meningkatkan kerja sama dengan beberapa universitas lainnya seperti di India dan Belanda untuk bidang-bidang dan disiplin ilmu. Juga, membuka program studi S-2 Komunikasi yang memberikan kesempatan belajar tidak hanya kepada mahasiwa Hindu namun juga non Hindu.

Diakuinya, dalam meningkatkan kualitas IHDN pihaknya juga berencana menimba ilmu atau sharing dengan lembaga pendidikan tinggi agama lain seperti Universitas Islam Negeri (UIN) yang dinilai relatif jauh lebih maju dan memiliki berbagai keunggulan.

Dengan SDM yang dimiliki, pihaknya ingin membangun optimisme sebagai kampus yang bisa berkontribusi bagi dunia keagamaan Hindu maupun pemerintahaan dan masyarakat.

Di pihak lain, pihaknya berupaya mendorong minat kaum muda atau calon mahasiswa yang belajar menimba ilmu agar bisa semakin tinggi seperti halnya kampus-kampus agama lainnya di Tanah Air.

"Kami akan belajar ke teman-teman di kampus UIN, bagaimana menarik minat mahasiswa mendalami agam. Meskipun dibanding kampus Hindu lainnya, kami di IHDN lebih bagus namun masih harus banyak belajar dengan kampus-kampus lain seperti UIN," tandas rektor yang humoris itu. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi