Presiden Jokowi Anugerahi Prof Lafran Pane Sebagai Pahlawan Nasional

Kamis, 09 November 2017 : 20.45
Presiden Jokowi menyampaikan selamat kepada ahli waris yang mendapat gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara/foto:setkab
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memimpin upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 kepada pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) almarhum Prof Drs Lafran Pane bersama tiga tokoh lainnya.

Selain tokoh dari Provinsi Yogyakarta itu, tiga tokoh lainnya yang diberi gelar Pahlawan Nasional adalah almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, tokoh dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, almarhumah Laksamana Malahayati, tokoh dari Provinsi DI Aceh dan almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah, tokoh dari Provinsi Kepualauan Riau.

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional tersebut berdasarkan hasil sidang III Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan tanggal 19 Oktober 2017 sesuai usulan dari Kementerian Sosial.

Acara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/10/2017). Penganugerahan ini merupakan rangkaian acara memperingati Hari Pahlawan Tahun 2017 pada 10 November.

Empat tokoh bangsa itu mendapat gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tanggal 6 November 2017.

Berdasarkan UU No 20 Tahun 2009 Pasal 26 tentang syarat khusus untuk gelar diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya, salah satunya adalah pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan bidang lainnya untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Prosesi upacara penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2017 diawali mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. Usai pembacaan Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat gelar pahlawan kepada ahli waris masing-masing tokoh.

Saat upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini, Presiden Joko Widodo hadir didampingi Wakil Presiden Jusuf kalla, Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ BPN Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Penganugerahan gelar kepahlawanan kepada pria kelahiran Sipirok Padang Sidempuan Sumatra Barat itu disambut positif kalangan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di daerah.

Menurut Ketua Majelis Daerah Kahmi Kabupaten Badung Rohmat. anugerah tersebut sangat tepat dan layak disandang Prof Lafran yang dinilai berjasa besar dalam membangun spirit keagamaan dan kebangsaan di kalangan mahasiswa sejak berdiri organisasi ekstra kampus pada 15 Februari 1947.

"Beliau yang berjuang menjadikan HMI sebagai organisasi perkaderan dengan visi Keislaman dan Keindonesiaan yang eksis sampai sekarang," katanya.

Pemikiran-pemikiran Prof Lafran sangat maju, progresif dalam menyadarkan tanggungjawab mahasiswa terhadap bangsa untuk mempertahankan NKRI dan mewujudkan kemakmuran rakyat.

Selain itu, Prof Lafran bersama organisasi mahasiswa Islam kala itu, turut berjuang angkat senjata di awal kemerdekaan Indonesia dan menentang gerakan Komunisme. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi