Peserta JKN-KIS Bali Nusra Capai 10,5 Juta Jiwa

Rabu, 22 November 2017 : 08.12
Deputi Direksi Wilayah Bali NTB, NTT BPJS Kesehatan Army Adiran Lubis
GIANYAR - Deputi Direksi Wilayah Bali, NTB, NTT BPJS Kesehatan Army Adrian Lubis menyebutkan sampai saat ini tercatat sebanyak 10,5 juta jiwa mengikuti Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Wilayah Bali-Nusra.

"Hingga 1 November 2017, jumlah peserta JKN-KIS di Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 10,5 juta jiwa dari jumlah total penduduk di wilayah ini 5,2 juta jiwa," ujar Army di sela Media Gathering BPJS Kesehatan di Gianyar, Selasa (21/11/2017).

Hanya saja, diakuinya, masih ada 30,67 persen atau 4,7 juta penduduk Bali-Nusra belum tercover JKN-KIS sehingga akan terus dilakukan agar Tahun 2019 seluruh masyarakat di Indonesia sudah mendapat jaminan kesehatan.

Lewat kegiatan bersama media ini, pihaknya juga berharap bisa memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga menjadi memahami dan bisa segera menjadi peserta JKN-KIS. Selain itu, pihaknya terus menjalin kerja sama dnegan rumah sakit agar bisa melayani peserta JKN-KIS dengan baik sebagaimana ketentuan.

"Kami tegas dalam kerja sama dengan rumah sakit, apakah sudah sesuai ketentuan atau tidak, prinsipnya rumah sakit harus melindungi kesehatan masyarakat, kalau masyarakat membayar 10 ribu ya harus dilayani minimal ya Rp 10 ribu," katanya mencontohkan.

Dengan demikian, jika masih ada rumah sakit yang merasa merugi jika bekerjasama dengan BPJS, dia balik mempertanyakan kenapa kemudian mereka tetap bekerja sama.

Dalam kesempatan sama, Asisten Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi BPJS Kesehatan Wilayah Bali, NTB dan NTT, Triwidhi Hastuti Puspitasari menambahkan untuk jumlah peserta JKN-KIS di Bali tercatat 4,48 juta jiwa atau 68,88 persen.

Sedangkan, jumlah premi yang sudah dibayarkan kepada 604 fasilitas kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah, Swasta, Puskesmas, klinik dan dokter keluarga) yang menjadi mitra kamis sebesar Rp 1,57 triliun.

Saat ini terjadi devisit dan kekurangan yang ditanggulangi APBN karena untuk premi terkumpul dari para peserta JKN-KIS hanya mencapai Rp 776 miliar.

Berdasar data sebaran jumlah kepesertaan JKN-KIS, Kabupaten Badung menduduki tertinggi di Bali dibanding kabupaten lainnya. Sementara Kabupaten Jembrana dan Karagasem terkecil kepesertaannya masing-masing 43 persen dan 51 persen dari jumlah penduduk di Bali.

Kepesertaan JKN-KIS di Ibu Kota Provinsi Bali sebagaimana disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, dr. Kiki Christmar Marbun untuk area kerja Cabang Denpasar yaitu Badung, Tabanan dan Denpasar tercatat 1,46 juta jiwa atau 87 persen dari jumlah penduduk wilayah tersebut.

Adapun dari jumlah ini penerima bantuan iuran (PBI) APBN dan APBD sebanyak 566,7 ribu jiwa sedangkan non penerima bantuan 897,1 ribu jiwa. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi