Perluas Bandara Bali, Angkasa Pura Siapkan Rp 1,7 Triliun untuk Reklamasi

Rabu, 08 November 2017 : 22.09
GM Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi saat memaparkan rencana perluasan bandara
DENPASAR - PT Angkasa Pura I telah menyiapkan anggaran hingga Rp 1,7 Triliun untuk memperluas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan melakukan reklamasi di sekitar pantai Kelan Tuban, Kabupaten Badung.

General Manager Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi menjelaskan, perluasan bandara mutlak dilakukan dalam mengantisipasi perkembangan kian meningkatnya jumlah penumpang setiap tahunnya ke Bali.

Terlebih dengan penugasan yang diberikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan agar Bandara Ngurah Rai bersiap menyambut hajatan internasional di mana Indonesia sebagai tuan rumah yakni pertemuan para pemimpin Bank Dunia atau IMF yang digelar tahun 2018.

Menurut Yanus, untuk perluasan bandara memang ada opsi dengan melakukan tiyang pancang dan reklamasi. Semua dilakukan dengan pertimbangan matang melibatkan pihak berkompeten terhadap dua opsi perluasan bandara.

Jika dengan tiyang pancang, secara teknis di pantai berkedalaman tiga meter dan di bawahnya terdapat palung karang dinilai tidak efektif. "Maka pilihnnya ya reklamasi," tegas Yanus di sela Syukuran Penghargaan ACI dan Pisah Sambut Co GM Bandara Ngurah Rai di Patra Jasa Hotel, Kuta, Badung, Rabu (8/11/2017).

Terkait dengan megaproyek reklamasi itu, Yanus mengaku sudah bertemu dengan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta maupun dengan tiga bendesa adat di sekitar Bandara Ngurah Rai.

"Kami sudah lakukan kajian oleh tim Unud (Universitas Udayana) dalam minggu ini hasilnya diserahkan, Bupati Badung prinsipnya sudah mendukung secara lisan, tinggal diminta kajian arus lautnya," sambungnya.

Begitu kajian selesai dan mengantongi izin, segera dilakukan reklamasi seluas 84 hektar dengan pasir yang akan didatangkan. "Perkiraan biayanya untuk reklamasi dan pembangunan apron di sisi barat sekitar Rp 1,7 Triliun," sebutnya.

Karena Bandara Ngurah Rai mendapat tugas menyelesaikan perluasan sehingga dalam pengerjaanya, akan menggerakkan semua BUMN baik infrastruktur maupun kebandarudaraan.

Diharapkan, sampai akhir tahun ini sudah bisa dimulai pembangunan fisiknya dan bulan Agustus tahun depan sudah bisa beroperasi melayani pesawat lebih banyak. Mengingat, pada ajang IMF akan dihadiri sekira 17.000 delegasi dari seluruh dunia. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi