Nyoman Damantra Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Bali

Selasa, 14 November 2017 : 22.29
Anggota DPR RI Nyoman Damantra sosialisasi empat pilar kebangsaan
DENPASAR - Anggota Fraksi PR RI asal Dapil Bali, I Nyoman Dhamantra menggelar sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di Desa Sumerta Kaja, Denpasar.

Dijelaskan Damantra, Empat Pilar Kebangsaan telah mempersatukan Indonesia sebagai negara besar yang terdiri dari ribuan pulau, suku, budaya, dan bahasa.

"Karena kita punya Pancasila sebagai perekat bangsa yang majemuk, maka masyarakat harus menyadari itu. Masyarakat harus memahami Pancasila sebagai ideologi," tandas dia belum lama ini .

Karenanya, sudah menjadi tugas bersama, untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan dan mengawal penerapan 4 pilar di tengah masyarakat. Sebab, hanya dengan begitu, kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi nasional dan kedaulatan rakyat bisa terwujud.

Dhamantra mengilustrasikan kaitan Pancasila dan kesejahteraan masyarakat, bahwa demokrasi politik (Pancasila) tanpa diikuti dengan demokrasi ekonomi (Pancasila) hanya akan jadi persoalan.

Era reformasi yang menginginkan keterbukaan dalam berpolitik gagal mensejahterakan publik. Alih–alih mensejahterakan publik, demokrasi politik justru terjebak pada demokrasi liberal sehingga dalam aspek ekonomi juga terjadi liberalisme.

"Akibatnya lahir sekelompok elite yang menguasai sumber-sumber kekayaan negara,” katanya menegeaskan.

Generasi muda di Bali didorong untuk membangun semangat kerja keras dan gotong royong. Bangsa yang kalah adalah karena generasinya yang lemah. Bagi Damantra, cita-cita menjadi pemimpin harus disiapkan.

"Jika anda tidur, anda adalah pemimpi. Kalau anda bangun tidur dan anda bekerja, anda adalah pemimpi sejati. Saya dan kita semua ingin melihat bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Tidak hanya menjadi bangsa konsumtif tapi harus produktif," sambungnya

Para pemuda pemudi di Bali disarankan, harus mampu bersaing di segala bidang seperti menguasai teknologi, mengingat persoalan dan tantangan kebangsaan juga kian kompleks.

Perhatian generasi muda pada nilai-nilai luhur bangsa itu adalah modal dasar munculnya generasi muda yang berkualitas, berkarakter dengan rasa nasionalisme tinggi dan gemar bekerja keras.

"Generasi muda yang berkarakter kebangsaan yang kuat dan pekerja keras akan mampu menjadi penyelamat negara ini termasuk menjadi pimpinan nasional," demikian Damantra. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi