Miliki Sistem Pendataan Pengungsi Terbaik, BNPB Jadikan Denpasar Percontohan

Rabu, 08 November 2017 : 19.38
Wali Kota Rai Mantra meninjau Denpasar Damamaya Cyber Monitor
DENPASAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menetapkan Denpasar sebagai percontohan karena memiliki sistem pendataan pengungsi KRB (Kawasan Rawan Bencana) Gunung Agung secara terinci sesuai nama dan alamat lengkap serta melakukan pemantauan dari Ruang Kontrol Room Denpasar Damamaya Cyber Monitor.

Langkah Pemkot Denpasar mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Pasalnya, sistem pendataan yang terintegrasi di Denpasar menjadi pendataan terbaik di Bali.

Hal tersebut terungkap saat seminar Peningkatan Kapasitas Data Pengungsi Berbasis Masyarakat dan Teknologi Taman Ujung Resort dan Spa, Karangasem (7/11/2017).

Melihat situasi Gunung Agung yang tidak bisa di prediksi maka, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat membuat sistem pendataan atau SISFO Pengungsi. Sistem ini akan diterapkan di setiap Kabupaten/Kota yang ada di Bali.

Kepala Seksi Aplikasi Dinas komunikasi Informasi dan Statistik Kota Denpasar Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya sistem pendataan Denpasar selalu update, maka BNPB Pusat melalui BPBD Provinsi menjadikan sistem pendataan Kota Denpasar sebagai percontohan untuk Kabupaten lainnya.

"BNPB Pusat dan BPBD Provinsi Bali menyatakan bahwa sistem pendataan Kota Denpasar sangat bagus dan akan menjadi percontohan," ujarnya.

Karena pendataan di Bali yang paling bagus adalah Kota Denpasar maka secara langsung sistem pendataan Kota Denpasar menjadi percontohan. Bahkan sistem Kota Denpasar akan diintegrasikan langsung di sistem Pusat.

Menurutnya sistem SISFO Pengungsi yang diterapkan BNPB Pusat di setiap Kabupaten dan Kota untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia. Sehingga penginputan data pengungsi secara berbasis masyarakat dan teknologi.

Pendataan di Kota Denpasar memang ter update, hal itu bisa dilakukan karena data pengungsi langsung di input oleh desa, lurah. Maka dari itu sistem Denpasar selalu terupdate secara dinamis.

Untuk melaporkan ke pusat secara teknis bisa dilakukan secara integrasi artinya apa pun dihasilkan dari Kota Denpasar datanya langsung terkirim ke sistem pusat.

Dewa Rama menambahkan, bagaimana pun cara penanganan pengungsi kalau datanya tidak valid, maka sama dengan bohong. "Maka dari itu saya berharap bisa mendata pengungsi di Kota Denpasar lebih cepat, akurat dengan melibatkan Desa Lurah dan Kecamatan," harapnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi