Menhub Budi Karya Tegaskan Pemerintah Tetap Pertahankan Transportasi Online

Rabu, 01 November 2017 : 06.58
Menhub Budi Karya saat berbicara di Emtek Goes to Campus UGM Yogyakarta/foto:hms ugm
YOGYAKARTA - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menegaskan pemerintah akan tetap mempertahankan keberadaan transportasi online meskipun banyak melahirkan kontroversi di masyarakat.

"Tidak ada maksud pemerintah untuk meniadakan. Justru kami melegitimasi agar mereka bisa beroperasi," ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara Emtek Goes to Campus, di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa (31/10/2017).

Budi mengungkapkan, dalam persaingan antara kedua jenis transportasi ini, pemerintah tidak ingin mendukung yang satu dan mengabaikan yang lain.

Sebaliknya pemerintah berusaha agar tercipta kesetaraan sehingga keduanya dapat berjalan secara selaras dengan aturan yang jelas yang pada akhirnya memberikan keuntungan bagi banyak pihak.

Kehadiran penyedia transportasi jenis baru ini seperti halnya perubahan lain yang dibawa perkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Meski demikian, perubahan ini harus berjalan secara bertahap dan terkendali, untuk memberikan ruang bagi pelaku transportasi konvensional menyesuaikan diri.

"Ini adalah keniscayaan yang harus kita tampung dan atasi, tapi jangan sampai terjadi dengan serta merta. Kita harus bisa mengatur dan turut memikirkan mereka yang terdampak dari perubahan ini," imbuh alumnus UGM ini.

Karenanya, agar tidak ada pihak yang dirugikan, pihaknya mendorong pelaku transportasi konvensional untuk mulai menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar tidak tergusur.

Beberapa penyedia transportasi konvensional yang mulai mengembangkan layanan mereka terbukti mampu tetap bertahan di tengah serbuan transportasi model baru ini.

Ia pun mengapresiasi inovasi-inovasi yang ditemui di Yogyakarta, yaitu beberapa penyedia transportasi konvensional telah turut mengadopsi teknologi digital yang memudahkan pengguna mereka.

“Ada cara-cara tersendiri bagi mereka untuk dapat tetap bertahan. Yang mau berubah bisa bertahan, beberapa yang tidak berubah akhirnya mati,” ucapnya dilansir laman ugm.ac.id.

Kemenhub, ditegaskannya, harus melakukan berbagai perubahan untuk mengikuti tuntutan pada era digital. Salah satu contoh bagaimana koordinasi yang ia lakukan untuk memantau jalannya arus mudik pada saat lebaran lalu hanya dimungkinkan dengan adanya komunikasi yang baik serta didukung teknologi terkini.

“Tidak mungkin saya dalam satu hari dapat memantau berbagai daerah di Indonesia. Tapi dengan teknologi komunikasi saya bisa rapat dengan seluruh pimpinan di bidang transportasi, pelabuhan, dan semua yang terkait, dan keputusan penting bisa dengan cepat kami ambil dan eksekusi,” jelasnya.

Ia tidak memungkiri bahwa hal ini juga menghadirkan tekanan baginya karena dengan penyebaran informasi yang semakin cepat, kesalahan kecil yang terjadi bisa langsung tersebar dalam waktu 1 hingga 2 jam.

Meski demikian, ia melihat tekanan tersebut sebagai sesuatu yang bermanfaat dan mendorong pemerintah untuk bekerja dengan lebih baik.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa yang lebih memahami mengenai perkembangan teknologi beserta dampaknya untuk membantu pemerintah dalam memikirkan kebijakan yang tepat dan inovatif untuk mengatasi persoalan yang muncul. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi