Mandi di Pantai Kuta, Pria asal Temanggung Terseret Arus

Minggu, 12 November 2017 : 08.18
KUTA - Sutarlan (28) pria asal Temanggung, Jawa tengah meninggal setelah terseret arus Pantai Kuta saat mandi bersama teman-temannya, Sabtu (12/11/2017) pagi. Korban terseret arus kuat saat berenang bersama dengan teman-temannya di Pantai Kuta sekitar pukul 07.00 Wita.

Basarnas Kantor SAR Denpasar mendapatkan informasi 1 jam setelah kejadian. Laporan seorang anggota Balawista menyebutkan korban berdomisili di Bali tinggal di daerah Pondok Satria, Gg Kingkong, Banjar Kubu Anyar Kuta.

Saksi mata, teman korban menceritakan, peristiwa nahas itu terjadi saat mereka asik berenang tiba-tiba arus datang dan menyeret korban. Teman-temannya tak bisa berbuat banyak, karena dalam waktu singkat tubuh Sutarlan sudah tak terlihat.

Sembari menggali informasi Tim SAR membantu upaya pencarian dari beberapa saksi mata, misalkan saja warna pakaian yang dikenakan ataupun ciri-ciri fisik korban.

Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ketut Ardana mengerahkan 14 personil Kantor SAR Denpasar dikerahkan ke lokasi, disamping itu juga melibatkan personil dari KN SAR Arjuna yang berada di Benoa berjumlah 3 orang.

"Alat Utama/ Alut yang digunakan diantaranya 1 unit Rescue Truck, 1 unit Rescue Car Type I Unit, 1 unit Rubber boat, 1 unit jetski dan peralatan SAR air," jelas Ardana.

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dengan fokus utama di sekitar area korban terseret arus. Balawista juga menggunakan 1 unit rubber boat dan jetski untuk berupaya menemukan korban.

Potensi SAR lainnya yang juga terlibat dalam proses pencarian diantarnya Balawista Badung, Polsek Kuta, Polair Kuta, Satgas Pantai Kuta, bersama dari pihak keluarga korban dan masyarakat setempat.

Setelah berjam-jam pencarian, jasad Sutarlan ditemukan tak jauh dari titik dimana ia tenggelam, berjarak beberapa meter dari bibir pantai tepatnya pada koordinat 8°42'45.26"S - 115° 9'56.45"E, sekitar pukul12.25 Wita.

Ketika ditemukan tubuhnya sudah terbujur kaku dengan pakaian masih melekat di tubuhnya, kaos hitam serta celana pendek berwarna hijau. Korban dievakuasi menuju RS. Sanglah dengan menggunakan ambulance Balawista Badung.

Ardana saat memantau jalannya operasi SAR menyampaikan,masyarakat harus lebih berhati-hati saat beraktifitas di tempat-tempat yang beresiko terjadi bahaya. "Tak ada yang pernah bisa memprediksi kondisi alam, untuk itulah kita harus lebih hati-hati," katanya mengingatkan.

Pada saat-saat seperti inilah, dimana banyaknya masyarakat yang memanfaatkan hari libur di tempat- tempat wisata, prosentase terjadinya kondisi membahayakan manusia menjadi lebih besar. Sebagai tim SAR sudah menjadi keharusan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi