LIPI Dorong Dialog Nasional Bahas Masa Depan Tanah Papua

Selasa, 28 November 2017 : 06.42
JAKARTA - Tak cukup hanya pembangunan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Papua namun tak kalah pentingnya membangun kesadaran bersama sebagai anak bangsa lewat dialog nasional membahasa masa depan Tanah Papua.

Peneliti senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Adriana Elisabeth mengungkapkan, apa yang dilakukan Pemerintahan Jokowi di Papua perlu mendapatkan apresiasi positif.

Adriana menyatakan itu dalam diskusi di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

Dia menanyakan siapa diantara peserta yang sudah membaca roadmap Papua. Generasi muda disarankan, lebih giat membaca dan mencari informasi terkait Papua, dengan tidak hanya membaca berita tapi juga buku dan dokumen.

"Kita harus memahami sejarah Papua, tanpa itu kita tidak bisa bicara tentang Papua. Mereka di Papua adalah saudara-saudara kita, bukan orang lain," katanya menegaskan.

LIPI telah mengusulkan dialog nasional terkait Papua, tujuannya agar kita saling memahami, tentunya semua ingin Papua selamanya dalam NKRI.

Sebenarnya kata Adriana, Presiden Jokowi sudah menunjuk tiga orang sebagai person in charge guna memfasilitasi dialog. Jadi sudah ada kemajuan, tinggal ini dimaksimalkan. Ini sebuah kemajuan, jadi selain pembangunan infrastruktur yang memang patut kita apresiasi, jalur dialogpun sudah ditempuh Pemerintah.

Terkait peran media, Adriana memaparkan, LIPI bersama bersama dewan pers terus berkoordinasi, rencananya pada 18 Desember 2017, ada agenda bersama.

"Media jelas memiliki peran penting dalam membangun Papua, karena itu sekecil apapun pembangunan di Papua sudah sewajarnya diangkat oleh media. Kelebihan dan kekurangan perlu diberitakan agar menjadi perbaikan," ucap Adriana.

Diskusi digelar Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema: Peran Media Dalam Membangun Optimisme Dan Nasionalisme Papua. Selain Bobby Adhityo, hadir juga peneliti senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Adriana Elisabeth dan Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria.

Narasumber lainnya Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan, pesan Jokowi serius membangun Papua telah sampai kepada orang-orang yang menyuarakan Papua merdeka.

Sudah banyak yang kembali ke NKRI, memang masih ada beberapa yang menyuarakan kemerdekaan. Kepada mereka ini kita harus sabar dan sabar dengan terus memberikan fakta-fakta dan menunjukan niat baik yang tulus.

Hariqo mengapresiasi peran media dalam menyampaikan berbagai kerja nyata Pemerintah di Papua dan harapan masyarakat Papua. Tinggal sekarang bagaimana fakta-fakta tersebut didistribusikan lebih strategis.

"Media harus diapresiasi, karena cukup berimbang, kalau ada yang bilang media hanya mengutip TNI, Polisi atau Pemerintah saya kira kurang membaca. Karena satu dan dua hal kita boleh menggeneralisasi," ujar Hariqo.

Di era digital setiap orang adalah diplomat, jadi sekarang ini diplomat bukan saja yang kuliah jurusan Hubungan Internasional, bukan saja yang bekerja di Kemenlu RI, bukan saja yang berdasi dan berkemeja rapi, namun setiap pemuda adalah diplomat.

Karenanya menurut Hariqo, menjadi tugas setiap pemuda memperjuangkan kepentingan nasional, salah satunya dengan menyebarkan fakta-fakta pembangunan Papua lewat media sosial. Lebih utama lagi jika kita mampu memproduksi konten-konten yang mendorong penguatan nasionalisme dan optimisme Papua.

Tidak suka Jokowi itu hal yang wajar dan boleh, namun tidak jujur melihat fakta itu yang tidak boleh, anak muda harus belajar objektif. Keseriusan Pemerintah membangun Papua adalah jawaban Jokowi untuk berbagai harapan dan kritik kepadanya.

"Saya yakin, kita semua dari lubuk hati terdalam ingin NKRI ini utuh hingga kapanpun. Jadi sekarang tidak sekedar NKRI harga mati, namun juga pembangunan harga mati," ucapnya. Tentu saja, itu tidak bisa sim salabim semua tantangan bisa diselesaikan, yang penting keseriusan itu sudah terlihat bukti-bukti konkritnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi