Lima Hari Perjalanan, Pasukan Gabungan Evakuasi Warga Tembagapura

Minggu, 19 November 2017 : 07.06
MIMIKA - Tim gabungan dari TNI personel Parako Kopassus, 30 personel Yonif 715/Raider, dan Taipur Kostrad, melakukan operasi evakuasi warga dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tembagapura, Mimika, Papua.

Aksi pembebasan warga dua desa, yakni Kimbely dan Banti, ini penuh dengan kisah. Salah satunya berasal dari Komandan Tim (Dantim) yang merupakan anggota Kopassus Lettu Inf Sukma Adipratama. Dia rela memberikan bekal makannya sehari untuk warga yang terlihat kelaparan.

Padahal, perjalanan operasi evakuasi ini tidaklah mudah sebagaimana disampaikan Kepala Penerangan Kodam XVIII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muh Aidi, perjalanan dimulai 12 November. Perjalanan operasi evakuasi membutuhkan waktu tempuh 5 hari 5 malam.

Perjalanan itu bukan tanpa sebab pada siang hari, para personel ini tidak bisa sembarangan bergerak karena mereka mengendap-endap dan mempelajari situasi.

"Betul mereka bergerak selama 5 hari menuju sasaran dengan senyap dan sangat rahasia, siang mereka mengendap sambil mempelajari situasi, malam hari baru melanjutkan perjalanan," ungkap Kapendam, Sabtu (18/11/2017).

Demi menjaga kerahasiaan itu, para prajurit tersebut harus merelakan makan mereka. Karena, mereka khawatir saat membuka logistik akan menimbulkan gerakan dan suara.

Pada tanggal 17 November, tim dari TNI yang melihat anggota KKB menjauh dari masyarakat langsung melakukan penyerbuan. TNI memastikan KKB itu jauh dari warga agar bisa melakukan evakuasi.

"Setelah situasi di pastikan aman warga kemudian dikumpulkan dan ditawarkan untuk evakuasi," kata Aidi.

Dantim Kopassus Lettu Adipratama bertemu mama-mama asli Papua yang terlihat kelelahan dan seperti kelaparan sehingga tergerak hatinya untuk memberikan bekalnya yang seharian kemarin tidak sempat dimakan.

Dia lebih mementingkan kondisi warga lebih membutuhkan. Sejumlah warga dievakuasi ke daerah Tembagapura yang aman. Namun, untuk personel TNI masih tetap di lokasi lantaran para penduduk asli masih memilih untuk tetap tinggal.

"Saat pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi mengamankan korban dan kampung. Tugas Tim Parako Kopassus selesai di Kimbely dan menunggu perintah selanjutnya," tegas Kapendam. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi