Lewat IFCA, Kemendag Dorong Daya Saing Industri Kriya dan Feysen

Jumat, 10 November 2017 : 21.31
Dirjen IKM Kemendag Gati Wibawaningsih
GIANYAR - Kementerian Perdagangan terus mendorong terciptanya wirausaha baru dan meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar global salah satunya dengan menggelar Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA) bidang kriya dan fesyen di Tanah Air.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perdagangan Gati Wibawaningsih mengungkapkan, peran generasi muda dalam inovasi, penguasaan teknologi modern serta pengetahun tentang isu global terkait teknologi proses industri yang lebih efektif, efisien dan eco friendly product agar semakin meningkatkan kontribusinya pada industri kriya dan feysen.

Dikatakan, pertumbuhan industri kriya dan feysen sebagai subsektir industri kreatif memiliki kontribusi besar dan terus meningkat terhadap perekonomian nasional. Tahun 2016, nilai ekspor kriya mencapai USD 234 juta sementara nilai ekpsor feysen sebesar USD 11,7 miliar.

Guna memperkuat kontribusi industri kriya dan feysen pemerintah terus mendorong terwujudnya wirausaha baru serta meningkatkan daya saing produk lokal, diantaranya juga dengan mendukug pengembangan industri kreatif melalui Bali Creative INdustri Center (BCIC).

Diketahui BCIC berada di bawah naungan Direktorat Jenderal IKM, yang berdiri sejak tahun 2015 yang berkembang menjadi tempat tumbuhnya wirausaha dan inkubator kreatif bidang fesyen, kriya dan animasi.

Karenanya, lewat ajang IFCA dimaksudkan untuk mencari bakat bidang kriya dan fesysen serta aktualisasi karya, pendorong daya saing dan apresiasi bagi talenta muda di Tanah Air. AJang ini rutin digelar BCIC yang melibatkan insan muda kreatif kriya dan feysen Indonesia.

"IFCA bukan hanya bentuk apresiasi kreativitas dan inovasi desain namun menjadi upaya meningkatkan iklim kompetitif yang memicu perkembangan lahirnya inovasi produk baru yang unggul di bidang kriya dan feysen desainer muda Indonesia," sambungnya.

Produk unggul karya peserta diwujudkan melalui bantuan fasilitasi Ditjen IKM pada pembentukan purwarupanya.

Dengan mengangkat tema "National Treasure" bersumber inspirasi kekayaan seni budaya nusantara masa lalu menjadi desain kontemporer Indonesia masa depan yang inovatif, kebaruan dan komersial.

Tiga pemenang IFCA berkesempatan pergi ke Jepang guna melihat pusat-pusat kreatif, perguruan tinggi dan komunitas desain di Negeri Sakura.

Animo kaum muda baik pelajar maupun lulusan universitas mengikuti ajang ini cukup tinggi terbukti ada 635 karya dari seluruh Indonesia yang kemudan dipilih enam karya sebagai nominator.

Enam nominator itu adalah Alyssa Namira Bachtiar (fesyen Archaic Peafowl), Amelinda Alyssa Anette (fesyen senyawa), Rizky Mohammd Faesal (kriya Tung Bluetooth spekaer), Firman MUtaqin (fesyon Renzo), Muchammad Chanif Syamsuddin (Kriya MeKids), Farhannumaris Karel (kriya namo rattan amplifier).

Tim Juri beranggotakan Prof Emeritus Imam Buchori Zainuddin( tokoh industri rottan), Suud Alwi(pengajar senior ESMOD dan La Salle), Agus Windharto (ITS) dan Abie Abdullah dan Kahfatie Kahdar.

Diharapkan pula, lewat IFCA, para nominator dan finalis bisa memperluas pengalaman, jejaring serta memacu desainer menjadi start-up industri kreatif untuk meningkatkan kontribusi industri krya dan feysen nasional. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi