Kubu Alam, Destinasi Wisata Baru Nan Eksotik di Buleleng

Selasa, 21 November 2017 : 06.53
Salah satu titik pemandangan di Kubu Alam Desa Baliagaa Buleleng
BULELENG - Kabupaten Buleleng kini memiliki destinasi wisata baru terletak di Desa Baliaga atau Bali Tua Desa Tigawasa Kecamatan Banjar yang menyimpan potensi desa wisata, sejarah dan budaya.

Kawasan yang disebut SCTPB (Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyuseri) itu, atas kesadaran kelompok desa, kemudian membuat destinasi wisata baru yang dipopulerkan dengan nama Kubu Alam.

Selain lingkungan tertata apik, masyarakat Tigawasa juga kini disuguhi objek wisata selfi dan view point Kubu Alam nan menawan.

Ide area memadukan wisata selfie yang mulai banyak didatangi wisatawan dalam dan luar negeri itu datang dari Gede Widarma dan Wayan Ariawan bersama pemuda pemuda setempat yang beberapa tahun terakhir menggeluti dunia wisata.

"Awalnya berat melangkah, apalagi tanpa sokongan pemerintah, kemudian membuat rumah pohon diubah namanya menjadi Kubu Alam dengan konsepa melihat view point dari arena selfi dengan ketinggian dari 15 meter," kata pengelola Wisata Kubu Alam Kadek Sumiani kepada wartawan belum lama ini.

Rupanya, gagasan itu disambut positif Kades dan anggota DPR yang sempat meninjau kawasan tersebut sehingga arena Selfie dan View point mulai ramai dikunjungi. Terlebih saat masa libur sekolah, wisatawan lokal banyak berdatangan.

Setiap harinya bisa 60 orang wisatawan asing dan domestik datang ingin berfoto selfie di kawasan Kubu Alam. Sumiani berencana akan menyiapkan area bagi pengerajin Sokasi yang menjadi ikon wisata di Tigawasa, hal ini juga tidak lepas dari sentuhan serta binaan Wayan Aryawan.

Melihat animo masyarakat dan wisatawan asing, pihaknya akan menyiapkan lahan nanti untuk para perajin sokasi sehingga pengunjung bisa belajar dan atau langsung melihat proses pembuatan sokasi, banyak yang mengusulkan hal itu.

Selain menjadi kawasan sentra kerajin Anyaman, kini banyak wisatawan memanjakan kakinya dengan melakukan jogging dan tracking.

Letak Wisata Kubu alam sangat eksotik karena wisatawan dapat memanjakan matanya melihat view kawasan tengah dan barat Buleleng, dengan landai lembah serta suburnya kawasan perkebunan yang asri.

Hanya saja, komitmen pemerintah daerah masih dirasakan kurang sebab untuk menjangkau lokasi-lokasi strategis kawasan SCTPB masih terkendala infrastruktur jalan sempit.

Meski demikian, kelompok masyarakat tetap semangat berkreasi mengisi setiap sudut desa dengan objek wisata baru dan penataan lingkungannya.

Desa Tigawasa merupakan daerah pengerajin Ayaman “Sokasi” sebagai cikal bakal kerajinan anyaman bambu ini dimulai sejak zaman Jepang menjajah di Bali. Dalam perkembangannya, menggunakan cat sejak tahun 1985 dan sejak tahun 2000 baru mengenal motif yang inovatif.

Kelompok Pengerajin “Sokasi” dengan nama kelompok “Sandat”, “Tunjung”, “Kecapa Bamboo Craf”, dan “Cempaka“. Di samping itu, Kelompok Pengerajin “Bedeg” dengan nama kelompok masing-masing dengan nama “Mawar”, “Cendana”, “Anggrek”,dan dan “Taru”. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi