Kepala UPP Gilimanuk Meninggal Saat Hari Ulang Tahun Sang Istri

Senin, 06 November 2017 : 07.03
Almarhum Kepala UPP Gilimanuk I Made Astika dan istri/istimewa
BULELENG - Kematian menjadi misteri bagi manusia demikian juga mendiang I Made Astika (48) Kepala UPP Gilimanuk yang harus meninggalkan keluarga dan orang-orang yang dicintai bertepatan saat hari ulang tahun sang istri.

Dengan raut wajah sedih Putu Emik Krisna Yani (29) istri terakhir almarhum Astika terus menyesali kepergian sang suami. Emik tersandar di sebuah kursi plastik didampingi sanak keluarga, dan pandangan mata sayu, terus menatap jasad sang suami yang terbujur kaku di ranjang.

Isak tangis keluarga mengiringi kepergian almarhum Astika. Para pelayat terus berdatangan, memberi dukungan moral kepada Emik yang sedang dilanda kesdihan di rumah duka, Banjar Dinas Munduk, Desa Anturan, Kabupaten Buleleng.

Sebelum kecelakaan itu terjadi, Emik mengaku pergi dari rumah tinggal di Dusun Gambuh Desa Selat pada 2 November lalu. Sempat Astika mengajaknya untuk pulang ke rumah Anturan. Namun sang istri tak menghiraukan, beberapa jam berada di rumah mertua Astika kembali Anturan.

Kepada wartawan, Emik menyampaikan rasa bersalah dan menyesal karena tidak menuruti ajakan Astika tepat di hari ulang tahunnya Emik Krisna yang ke-29.

Emik menuturkan, sebelum berangkat ke Gilimanuk, Jumat (3/11) pagi, suaminya Astika sempat meminta kepadanya agar mau merayakan ulang tahun di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Kecelakaan itu tepat di hari ulang Emik, karena kondisi sedang sakit hingga permintaan itu tidak dijawab. Suami kemudian memberikan uang Rp 500 ribu untuk berobat ke dokter.

"Menyesal sekali, dan tidak pernah menyangka bakal menerima kado ulang tahun seburuk ini," ucapnya sesenggukan. Astika pergi ke Gilimanuk untuk menghadiri acara Dirjenhub di kantor Syahbandar Gilimanuk.

Dia mengemudikan mobil Avansa warna putih milik dinas Kantor Syahbandar Gilimanuk. Emik menambahkan, saat tertidur siang bermimpi didatangi Astika yang bersimpuh meminta maaf.

"Karena habis minum obat, saya tertidur. ketika tidur siang, saya bermimpi didatangi suami lengkap memakai seragam dinas. Suami posisi jongkok, tanpa kata sedikitpun sambil menangis dan memeluk kaki saya," tuturnya terbata.

Mimpi itu membangunkannya dan melihat telefone selluler sebanyak enam kali ada panggilan tak terjawab sekitar pukul 14.05 wita. Emik balik menelpon berulang-ulang namun handphone suami tidak bisa dihubungi.

Beberapa jam kemudian, Emik bukan mendengar berita dari security kantor UPP Gilimanuk mengabarkan sang suami mengalami kecelakaan. Dia ia tak sadarkan diri setelah mendengar kabar suami kecelakaan.

“Seketika saya lemes dan tak sadar, setelah malam baru bisa bangun, dan langsung menuju ke RSUD Buleleng mendapatkan suami dalam keadaan penuh luka akibat kecelakaan dalam perjalanan dari Gilimanuk menuju Singaraja,” sambungnya

Kesedihan mendalam juga dirasakan keluarga almarhum Astika dan mantan istri Ketut Suriyani asal Kelurahan Seririt. Dari pernikahan dengan Astika, Suriyani memiliki dua buah hati Putu Sonia Gita Ardhia Utami (16) dan I Made Gilang Arif Permana (15). (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi