Kepala Desa Terjerat Korupsi, Bupati Buleleng Siapkan Solusi Kelola APBDes

Jumat, 10 November 2017 : 07.20
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana
BULELENG - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menegaskan dirinya siap mencari jalan keluar agar para kepala desa dalam mengelola APBDes tidak terjadi penyimpangan sebagaimana kasus yang menjerat Kepala Desa Dencarik, Made Suteja.

Suteja diduga menggelapkan ABPDes sehingga kini harus menjalani proses hukum. Untuk itu agar kasus seperti ini tidak terjadi di kemudian hari, Kepala Desa atau Perbekel, harus transparan dalam pengelolaan dana desa.

Bupati Suradnyana meminta, para perbekel tidak agar khawatir dengan persoalan kesalahan tersebut. "Saya rasa perbekel tidak usah khawatir, " tegas Suradnyana kepada wartawan, Kamis (9/11/2017).

Imbuhnya, ia masih belum mengetahui pasti dasar hukum yang ditimbulkan oleh perbekel Suteja atas persoalan yang menyebabkan adanya kerugian negara.

"Apa karena APBDes pemakainnya, apa karena pemakaian PAD-nya? Ini yang kita belum tahu," ungkap Suradnyana. Yang jelas, sebagai kepala daerah wajib dirinya harus melindungi, jika kepala desa berada di koridor yang ditentukan.

Sebab dari awal, dalam pengelolaan ABPDes oleh perbekel didampingi oleh Camat, DPMD. "Kalau dilakukan dengan baik tapi masih ada kesalahan, saya siap sebagai kepala induk pemerintahan, ya sebagai pencari jalan keluar," jelas Suradnyana.

Kasus yang membelit Suteja semestinya menjadi pelajaran bagi perbekel lainnya, agar lebih teliti dan cermat dalam mengelola APBDes.

Dalam waktu dekat akan ada MoU antara Polres Buleleng dengan Pemkab Buleleng dalam pengawasan pengelolaan dana desa, yang merupakan tindaklanjut dari MoU antara Polri dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri.

Wakapolres Buleleng, Kompol Ronny Riantoko tidak menampik, dana desa sangat rentan disalah gunakan, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pelaksanaan.

"Dengan adanya kasus ini, potensi penyelewengan itu mulai dari tahap perencanaan. Disitulah, peran kepolisian dalam hal ini Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan, bertugas mendampingi aparat desa," jelas Ronny.

Jika ada indikasi penyelewengan, lanjut Ronny, Bhabinkamtibmas berperan mengingatkan dan melaporkan indikasi tersebut kepada pimpinan atau Kapolsek wilayah setempat. Namun, jika peringatan itu diabaikan dengan tetap melakukan penyelewengan, maka tindakan tegas akan diambil.

"Kalau tetap, baru tindakan tegas kerjasama dengan Saber Pungli dan Inspektorat. Ini tujuannya, agar pembangunan di desa berjalan dengan baik," pungkas Ronny.

Dalam waktu dekat ini, Polres Buleleng akan menggelar MoU dengan Pemkab Buleleng, tentang pencegahan, pengawasan dan penanganan permasalahan Dana Desa, khusus dana desa yang berasal dari ABPD.

Untuk itu, perbekel yang ada di Kabupaten Buleleng mendapat "Warning" untuk tidak menyelewengkan dana desa yang tidak sesuai peruntukan. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi