Kementerian ESDM Apresiasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Tabanan

Senin, 27 November 2017 : 19.03
PLTMH di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali saat diresmikan oleh Walikota Toyama dan Bupati Tabanan
TABANAN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi dan secara khusus akan mencatat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang ada di Tabanan, Bali

Hal itu diungkapkan Direktur Energi Baru Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Maritje Hutapea saat menghadiri peresmian PLTHM di Desa Jatiluwih,Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (27/11/2017).

"Kementerian ESDM memberikan apresiasi psostif dan akan mencatat keberadaan empat unit PLTMH di Desa Jatiluwih sebagai pemenuhan target energi nasional tahun 2025," katanya.

Menurut Maritje Hutapea, sesuai kebijakan energi nasional, pada 2025 ditargetkan ada 45 ribu megawatt listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan.

"Listrik 21 ribu megawatt di antaranya dihasilkan melalui pembangkit berbasis PLTH. Jadi empat unit PLTMH di Desa Jatiluwih ini akan kami catat sebagai bagian dari pemenuhan target tersebut," ungkapnya.

Maritje Hutapea mengungkapkan, penerapan energi baru terbarukan penting untuk dilakukan saat ini.

Selain memiliki potensi yang begitu besar dalam pengembangan teknologi, tersebut, Indonesia juga untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap energi yang saat ini sudah cukup mendasar. Terutama dalam mendukung peningkatan akses masyarakat dalam memperoleh energi listrik.

"Kami berharap program PLTMH ini bisa menjadi pilot project untuk mendukung kebutuhan energi di Indonesia. Sejauh ini, kebutuhan energi kita sekitar 93 persennya didominasi oleh energi fosil," tegasnya.

Terkait kondisi tersebut, Maritje berharap, ke depannya energi baru terbarukan akan menjadi pemasok utamanya karena potensinya ada dan sangat variatif. Bahkan, peningkatannya setiap tahun berkisar delapan persen.

Untuk diketahui, empat unit PLTMH yang mulai dibangun di beberapa titik di areal Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih sejak Mei 2017 lalu itu merupakan bantuan Pemerintah Kota Toyama, Jepang yang teknologinya memanfaatkan aliran air irigasi yang mengairi subak Jatiluwih.

Pemerintah Kota Toyama menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sudah dimulai sejak Maret 2014 berharap PLTMH bisa juga diterapkan di daerah lainnya di Bali maupun di Indonesia. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi