Kadis PU Bali Turun ke Lapangan Respon Keluhan Warga di Medsos

Senin, 20 November 2017 : 22.32
Kepala Dinas PU Bali, I Nyoman Astawa Riadi pantau titik banjir di depan Pura Luhur Gonjeng, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan
TABANAN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bali, Ir I Nyoman Astawa Riadi MSi bersama staf turun langsung ke lapangan pantau titik langganan banjir di depan Pura Luhur Gonjeng, Banjar Lod Dalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (20/11/2017).

Lokasi langganan anjir di depan Pura Gonjeng merupakan jalur provinsi dan jalan utama menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton. Warga Desa Kukuh sering melaporkan kondisi tersebut melalui media sosial Face Book.

Demikian juga Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto yang melaporkan melalui Face Book saat terjadi banjir di lokasi tersebut beberapa hari lalu.

Boleh jadi merespon laporan melalui media sosial tersebut, Astawa Riadi langsung menindaklanjutinya dengan melakukan pemantauan lokasi yang dikeluhkan dan mendengar keluhan warga secara langsung di lapangan.

"Kami tak bisa menutup mata terhadap laporan dari masyarakat tentang keluhan banjir di jalur provinsi. Sehingga kami turun langsung ke lokasi seusai mengikuti upacara peringatan Puputan Margarana di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana di Desa Marga Dauh Puri, kami ke sini untuk mengecek lokasi," katanya.

Terkait permintaan Perbekel Desa Kukuh yang akan meminjam alat berat untuk melakukan pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, Astawa mempersilakannya untuk bersurat.

"Silakan pak perbekel bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum Tabanan untuk pinjam alat berat karena sungai ada di daerah irigasi (DI) Tabanan. Kami dari Dinas PU Bali juga siap membantu," ungkap Astawa Riadi merespon permohonan Perbekel Sugianto.

Menurut Astawa, solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir di lokasi tersebut dapat dilakukan dengan membuka palang penutup air di depan Pura Gonjeng ketika hujan deras sehingga air sungai terbagi ke timur.

Apalagi telah ada sodetan untuk pemecah air. Namun dalam pantauannya, pada gorong-gorong juga terjadi pendangkalan. Sehingga perlu dikeruk terlebih dahulu.

Terkait hal itu, Astawa Riadi perintahkan tim teknis yang turut turun ke lokasi untuk segera bantu pengerukan gorong-gorong. Astawa Riadi juga menyarankan Perbekel Kukuh untuk menyadarkan masyarakatnya tidak buang sampah ke selokan maupun ke sungai.

"Penyebabnya sampah dan pendangkalan sehingga saat turun hujan deras air sungai meluap ke jalan," tandas Astawa Riadi.

Perbekel Kukuh, Sugianto berterima kasih atas kunjungan dan koordinasi dari Dinas PU Bali terkait keluhan banjir di depan Pura Luhur Gonjeng dan beberapa titik di Desa Kukuh.

Sugianto mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas PU Tabanan agar dipinjami alat berat untuk mengeruk sungai dan selokan. Termasuk berjuang menyadarkan masyarakatnya untuk tidak buang sampah sembarangan.

"Jalur ini merupakan jalan utama menuju DTW Alas Kedaton, kami tidak ingin akibat air meluap ke jalan wisatawan membatalkan kunjungan ke Alas Kedaton di Desa Kukuh," tandasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi