INLA Bali Suarakan Harmoni Kehidupan dan Pesan Moral untuk Bangsa

Minggu, 12 November 2017 : 15.06
Jajaran pengurus Dewan Pengurus Daerah The International Nature Loving Association Indonesia (INLA) Bali
DENPASAR - Dewan Pengurus Daerah Nature International Loving Association Indonesia (INLA) Bali menggelar Festival Seni Budaya Alam Semesta sebagai media untuk terus menyuarakan pesan moral dan nilai-nilai harmoni kehidupan kepada semua masyarakat tanpa memandang perbedaan.

Festival digelar di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Minggu (12/11/2017) dijadwalkan akan dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakapolda Bali Brigjen Gede Alit Widana Konsulat Jenderal negara-negara asing dan tokoh masyarakat lainnya.

Ketua Panitia Hery Sugiarto menjelaskan, festival semacam ini telah digelar di sejumlah negara seperti Beijing. Hongkong, Taiwan, Korea dan Jakarta di mana INLA turut berpartisipasi dalam ajang tersebut.

"INLA mengajak masyarakat agar belajar saling mengasihi, mempelajari budi pekerti, sampai menghormati orang tua. guru dan memiliki respek dengan kehidupan baik terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain," kata Hery dalam keterangan resminya di Kubu Kopi Denpasar.

Lewat ajang ini pula, INLA terus menyebarkan nilai-nilai budi pekerti melalui lagu alam semesta guna mewujudkan generasi muda yang tidak membedakan suku dan agama dan saling mengormati orang tua dan alam semeseta.

Bagaimana masyarakat utamanya generasi muda agar memiliki keberanian dan memiliki wawasan dunia satu keluarga. Organisasi ini sudah berjuang sejak sembilan tahun lalu dan kini telah tersebar kepengurusan hingga di 14 provinsi.

"INKA mengajak masyarakat menciptakan revolusi mental yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi emas," sambungnya didampingi jajaran pengurus DPD INLA Bali seperti Cahaya Wirawan Hadi.

Sejak dikenalkan kepada masyarakat, gagasan dan kampanye INLA telah direspons positif masyarakat di mana terdapat 235 sekolah yang turut ambil bagian dalam menyuarakan pesan dan jargon dunia satu keluarga itu.

Sejumlah sekolah seperti dari Jembrana dan Tabanan serta Pasuruan dan Surabaya, akan tampil dalam festival yang juga menghadirkan musisi etnis Bali yang tengah naik daun Gus Tedja yang akan melantunkan lagu instrumen berjudul awan putih dan pelangi biru.

"Semua lagu-lagu yang dinyanyikan berisi nilai-nilai moral, budi pekerti, rasa hormat kepada orang tua, dan harmoniasi hidup yang itu semua sesuai sejalan dengan konsep Tri Hita Karana," tandasnya.

Meski baru pertama kali digelar di Bali, festival ini namun menyedot animo masyarakat untuk datang melihat festival, banyak peserta dari luar Bali juga menyampaikan ide dan gagasarannya.

"Kami ingin mengingatkan masyarakat seyogyananya semua manusia bersatu dan semua ras dapat hidup berdampingan, bersatu dalam keberagaman satu keluarga besar.

Dia menambahkan, selain kegiatan seni festival lagu, INLA juga aktif berperan dalam kegiatan seperti aksi-aksi sosial dan kepedulian lingkungan sebut saja, kampanye bebas paparan asap rokok, penanaman terumbu karang. penanaman pohon mangrove. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi