Gunung Agung Masuki Fase Kritis, Tim SAR Terus Evakuasi Pengungsi

Selasa, 28 November 2017 : 19.37
Tim SAR evakuasi pengungsi di KRB Gunung Agung Kabupaten Karangasem
KARANGASEM - Tim SAR terus bersiaga 24 jam dan mengevakuasi warga di beberapa kawasan rawan bencana menyusul aktivitas Gunung Agung Kabupaten Karangasem Bali yang kini memasuki fase kritis.

Bersama unsur SAR lainnya, personel Kantor SAR Denpasar bersiaga di Pos Rendang dan Selat dan membantu melakukan evakuasi di beberapa kawasan rawan bencana, Selasa (28/11) pukul 12.30 Wita.

Mereka bergerak dari pos aju selat menuju Yeh Kori, Desa Jungutan, Bebandem. Sebanyak 5 orang warga yang salah satu diantaranya adalah balita, dievakuasi ke pengungsian yang berada di Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Bebandem.

Tim lainnya di Pos Aju Rendang mengevakuasi 4 orang warga dari Dusun Angsoka, Desa Besakih, Rendang dibawa ke pengungsian Desa Besang Klungkung. Permintaan bantuan evakuasi juga datang dari warga di Dusun Pangleg, Desa Jungutan, Bebandem.

"Sebanyak 42 orang meminta agar dipindahkan ke pengungsian di Dusun Kelod, Desa Antiga, Manggis. Ada juga seorang warga yang mengalami sakit dan harus dibawa ke RSUD Karangasem," jelas Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ardana dalam keterangannya.

Pada pukul 18.40 Wita tim SAR gabungan mengevakuasi warga di Banjar Patus Wates Kaja. Sebanyak 88 orang warga dan selanjutnya dibawa ke Paksi Bali, Klungkung.

Mencermati perubahan peningkatan yang signifikan dari aktivitas vulkanik Gunung Agung, Tim SAR selalu siaga selama 24 jam baik kesiapan personil dan Alat Utama (Alut). Ardana melakukan pemantauan secara langsung di beberapa daerah terdampak erupsi Gunung Agung.

"Saya harus melihat secara langsung, tidak cukup jika hanya memantau dari radio komunikasi di Posko Utama Tanah Ampo," ungkapnya. Ardana memberikan dukungan kepada personil agar melaksanakan tugas dengan dedikasi tinggi, namun tetap mengutamakan keselamatan diri.

Selain kesiapan personil di Karangasem, dua orang personil Basarnas juga melakukan siaga di Posko Pemantauan dan Koordinasi Gunung Agung di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Sebelumnya, Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika mengatakan, saat ini aktvitas Gunung Agung sudah memasuki fase sangat kritis untuk letusan yang lebih besar.

Artinya, volume yang keluar cukup besar, juga volume vulanik cukup besar. Bahkan, kata Suantika bahwa indikasi meletus dalam hitungan jam sangat kuat. Pernyataan dari Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi diperkuat dengan hasil pengamatan periode 12.00 Wita hingga 18.00 Wita.

Direkam kegempaan yang terjadi diantaranya vulkanik dangkal 1 kali (amplitudo 2 mm, durasi 24 detik), vulkanik dalam 1 kali (amplitudo 25 mm, durasi : 38 detik), tektonik lokal 1 kali (amplitudo : 15 mm, durasi : 36 detik), tektonik jauh 2 kali (amplitudo 8-14 mm, durasi 61-62 detik).

Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-20 mm (dominan 2 mm). Pada pukul 15.00 Wita ada laporan lontaran batu di daerah Desa Dukuh, namun belum bisa dipastikan.

Bersamaan peningkatan aktivitas Gunung Agung, kondisi pengungsian semakin ramai didatangi para pengungsi. Data rekapitulasi dari BPBD menyebutkan jumlah pengungsi mencapai 38.678 orang yang tersebar di 225 titik. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi