Erupsi Meningkat, Gunung Agung Kembali Berstatus Awas

Senin, 27 November 2017 : 06.42
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali berstatus awas/foto:pvmbg-bg-kesdm
KARANGASEM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menaikkan status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4).

"Penetapan status Awas terhitung mulai 27/11/2017 pukul 06:00 WITA," sebut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers, Senin (27/11/2017)

Sebelumnya, status Gunung Agung juga telah ditetapkan ke level Awas yang berlangsung hampir satu bulan yang kemudian diturunkan ke level siaga, seiring menurunnya aktivitas vulkanik.

Menurut Sutopo peningkatan status ke level Awas seiring meningkatnya erupsi Gunung Agung. Tingkat erupsi Gunungapi Agung sekarang meningkat dari fase freatik ke magmatik (sejak teramati sinar api di puncak di malam hari Sabtu (25/11/2017) pukul 21.00 WITA.

"Sampai hari ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak," sambungnya. Demikian juga, kepulan abu yang menerus kadang-kadang disertai erupsi eksplosif disertai suara dentuman lemah yang terdengar sampai jarak 12 km dari puncak.

"Sinar api semakin sering teramati di malam hari berikutnya. Ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi," tutur Sutopo.

Guna mengantisipasi segala kemungkinan dan risiko bencana maka PVMBG telah menaikkan status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) terhitung mulai 27/11/2017 pukul 06:00 WITA. "Status Awas adalah status tertinggi dalam status gunungapi," tegas dia.

Pos pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem melaporkan, swcara visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 m di atas puncak kawah.

Teramati letusan dengan tinggi 3000 m dan warna asap kelabu. Terlihat sinar api. Tremor non harmonik menerus amplitudo 1 - 10 mm (dominan 1 - 2 mm).

Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah G. Agung.

Selain itu, ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yg paling aktual/terbaru.

Sutopo menegaskan, BNPB terus mengkoordinasi potensi nasional dari TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, BUMN dan lainnya untuk mendampingi Pemerintah Daerah dalam penanganan erupsi Gunung Agung.

Posko Pendampingan Nasional telah diaktivasi di Kabupaten Karangasem. BPBD bersama unsur lainnya terus melakukan penanganan darurat erupsi Gunung Agung.

Masyarakat yang berada di dalam radius 8 km dan peluasan 10 km dihimbau segera mengungsi dengan tertib dan tenang. Sebagian masyarakat melakukan evakuasi mandiri. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi