Dugaan Penyimpangan APBDes, Jaksa Tahan Perbekel Dencarik Buleleng

Rabu, 08 November 2017 : 06.20
Jaksa melaksanakan penahanan terhadap Suteja dalam kasus dugaan penyimpangan APBDes
BULELENG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menetapkan Prebekel Desa Dencarik, Kecamatan Banjar Made Suteja sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi APBDes. Suteja diduga menilep dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Dencarik tahun 2015, dan tahun 2016 dengan total nilai Rp 149 juta.

Usai menjalani pemeriksaan, Kejari Buleleng langsung melakukan penahanan terhadap Suteja, Selasa (7/11/2017).

Informasi didapat, sebelumnya Suteja beberapa kali menerima surat panggilan Kejari Singaraja, sebagai saksi untuk memberi keterangan terkait masalah pengelolaan dana APBDes Dencarik pada tahun 2014, tahun 2015 dan tahun 2016.

Saat pemeriksaan, status Suteja ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka sehingga langsung digiring ke Lapas Singaraja sebagai tahanan titipan hingga menunggu persidangan. Sangkaan korupsi dana pai Rp 149 juta didapat mulai lomba desa, bantuan sosial, maupun kegiatan lainnya.

Kasi Pidsus Kejari Buleleng, Indra Harvianto Saleh kepada wartawan mengatakan, penetapan status tersangka Suteja dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Tipikor Kejari Singaraja.

Selain itu didukung barang bukti serta dari hasil audit BPKP terhadap APBDes Dencarik yang menyatakan adanya kerugian negara sebesar Rp 149 juta.

"Tersangka kita tahan atas dugaan kasus tindak pidana korupsi. Korupsi APBDes Dencarik. Ini hasil dari audit BPKP, perbuatan tersangka mengakibatkan terjadinya kerugian negara Rp 149 juta," sebutnya.

Sangkaan penyalahgunaan dana APBDes tahun 2014, 2015, dan 2016 bersumber Dana Alokasi Desa (DAD) dan Dana Desa pemeritah pusat dan daerah. Atas penetapan tersangka itu, Made Suteja memilih enggan berkomentar terkait kasus yang kini menjeratnya. "Sudahlah," singkatnya bergegas ke mobil tahanan.

Soal penahanan kliennya, kuasa hukum Suteja, Indah Elsya menilai terlalu cepat. Penahanan Suteja terlalu dini. "Kalau sudah tahap dua, tidak masalah. kami upayakan melakukan penangguhan penahanan pada klien kami," ucap Indah. .

Meski begitu, Indah menegaskan meski kliennya didakwa melakukan tindak korupsi namun belum tentu bersalah. "Kami akan buktikan pada persidangan nanti di pengadilan," paparnya. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi