Dorong Pariwisata, Pengusaha Bob Hasan Ajak Masyarakat Kelola Homestay

Senin, 06 November 2017 : 08.11
homestay/dok.
YOGYAKARTA - Pengusaha nasional yang Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri, Mohamad Bob Hasan mengajak masyarakat untuk mengelola homestay dalam mendorong sektor pariwisata dan menumbuhkan ekonomi di sekitar obyek wisata.

Saat ini, Kementerian Pariwisata berupaya mengenjot pertumbuhan homestay secara nasional. Selain mendukung potensi wisata yang ada, homestay juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan objek wisata.

"Masyarakat bisa memiliki usaha sehingga bisa mandiri. Terlebih, usaha itu dikelola secara berkelompok dengan management yang baik," kata Bob disela-sela peresmian Desa Mandiri Lestari Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Minggu (5/11/2017).
.
Pihaknya ingin ingin masyarakat kita maju, mandiri, sejahtera dan bahagia. Dia hanya bisa mendorong dan membantu agar tumbuh pengusaha

Peresmian Desa Mandiri itu di Pedukuhan Karangmojo, Desa Tamanmartani yang berada disebelah barat Komplek Candi Prambanan. Terdapat 12 unit Homestay dan satu warung dalam pengukuhan Desa Mandiri Lestari yang dikelola secara berkelompok.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir sebelum pengukuhan, mengikuti Fun Run dan Lomba Lari 5 Kilo mengitari luar komplek Candi Prambanan. Lari santai ini diikuti sekitar 12 ribu orang, yang sebagian besar merupakan warga sekitar kawasan wisata heritage Candi Prambanan ini.

"Ada homestay dan warung ini bisa jadi lahan untuk usaha warga sekitar Candi Prambanan. Homestay ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Kawasan Kota 1000 Candi Prambanan ini memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Selain sudah kenamaan karena masuk sebagai World Heritage, Bob berharap dengan adanya homestay ini lebih bisa memberi warna dalam memadukan potensi wisata dengan usaha.

"Kita sudah jalankan banyak program Desa Mandiri Lestari, ada di Argomulyo, Samigaluh kemudian di Boyolali Samiran. Dana koperasi di Samiran, Boyolali itu sudah mencapai Rp 300-400 juta, dana itu untuk membantu warga lain dalam mengembangkan usaha," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Tamanmartani, Gandang Harjanata menyampaikan dari 12 unit homestay, terdapat 24 kamar karena masing-masing homestay ada dua kamar. Homestay dikelola secara berkelompok dalam koperasi, termasuk warung ini. Pengelolaan juga dilakukan warga sekitar.

Sejauh ini, belum ada patokan karena harus dilakukan secara musyawarah. Untuk harga homestay di Perkampungan Karangnonggo dan Klurak ini cukup terjangkau bagi dompet wisatawan yang ingin menginap, dibanding hotel.

"Untuk harganya sekitar Rp 150 sampai 250an ribu. Kalau anak sekolah yang menginap dalam homestay karena ada kegiatan bisa hanya 50 ribu, bahkan untuk tiga atau empat orang satu kamar," sebut Gandang (tyo)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi