Darurat Erupsi Gunung Agung, Kodam Udayana Siagakan 4.092 Personel

Rabu, 29 November 2017 : 18.28
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf J Hotman Hutahaean
DENPASAR - Kodam IX/Udayana senantiasa siap membantu dalam penanganan pengungsi erupsi Gunung Agung meliputi, kesiapan personel dengan jumlah 4.092 orang di wilyah Bali 2.038 orang, NTB 686 orang dan NTT 1.368 orang.

Selain itu, kesiapan sisi materiil disiagakan kendaraan truk 52 unit, ambulan 5 unit, tenda serbaguna 13 set, tenda peleton 23 buah, tenda kesehatan 7 set, dapur lapangan 12 set dan Velbet 480 unit.

Diketahui, perkembangan aktivitas Gunung Agung sejak Sabtu (23/11) telah terjadi erupsi yang diawali dengan kepulan asap hitam dan lontaran debu vulkanik dengan ketinggian sekitar 4 kilo meter.

Kemudia, lava pijar dan lahar dingin serta dentuman yang cukup keras sebagai pertanda ada potensi akan terjadi letusan besar.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG Kementrian ESDM juga sudah secara resmi meningkatkan status Gunung Agung dari level III (Siaga) ke level IV (Awas) untuk radius 8 kilo meter dengan perluasan 10 kilo meter dari kawah Gunung Agung harus dikosongkan.

Berkenaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Agung ke level awas dan telah terjadinya erupsi, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf J. Hotman Hutahaean menyampaikan kesiapan jajaran Kodam Udayana

"Kodam IX/Udayana senantiasa siap membantu penanganan dan pengendalian darurat erupsi Gunung Agung baik dari segi personel maupun materiil sudah disiagakan dan bahkan sudah ada yang operasional sejak terjadinya peningkatan akivitas Gunung Agung bulan Oktober lalu," ujar Hotman dalam siaran persnya, Rabu (29/11/2017).

Kodam IX/Udayana sebagai Komando Utama Operasi melaksanakan tugas pokok pengendalian terhadap pelaksanaan Operasi Militer Untuk Perang (OPM) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti membantu penanggulangan dan pengendalian akibat bencana alam, pengungsi dan pemberian bantuan kemanusiaan.

"Kodam IX/Udayana sudah siap memberikan bantuan dalam penanganan dan pengendalian akibat bencana erupsi Gunung Agung," tegas Kapandem.

Kemudian dari 4.092 orang personel yang disiagakan, 690 orang sudah operasional melaksanakan kegiatan pengendalian, pendataan dan pengaturan pengungsian penduduk yang terdampak bencana.

Selanjutnya kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah; sosialisasi, bantuan evakuasi pengungsi, pembuatan tenda pengungsi, pendistribusian bantuan, pendataan pengungsi, pengobatan, memasak, melaksanakan patroli bersama dengan aparat lainnya kedaerah rawan bencana dan melaksanakn patroli bersama ke desa-desa dan rumah yang ditinggal mengungsi oleh pemiliknya untuk mencegah terjadinya pencurian.

Langkah koordinasi dengan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika berkaitan penanggulangan bencana khususnya penetapan tempat pengungsi, jalur evakuasi, distribusi logistik dan dukungan alat peralatan serta sarana prasaran.

Sesuai hasil koordinasi dengan Gubernur Bali dan Bupati Karangasem, disepakati dan ditunjuk Dandim 1623/Karangasem sebagai Dansatgas Penanggulangan Bencana Tingkat Kabupaten, kemudian para Danramil dan para Babinsa melaksanakan tugas pendataan serta menangani prosedur pengungsian penduduk. Demikian ujar Kapendam. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi