BNP2TKI Harapkan Menjadi TKI sebagai Pilihan Kedua

Senin, 20 November 2017 : 10.06
ilustrasi/foto:bnp2tki
JAKARTA - Kepala Biro Humas Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Dr. Servulus Bobo Riti mengharapkan menjadi Tenaga Kerja Indoenesia (TKI) adalah sebagai pilihan kedua.

Hal itu disampaikan di depan jamaah majlis Ashabul Kahfi dalam kegiatan rutin bulanan kajian kitab kuning dan dzikir tarekat Syadziliah di masjid An-Nahdhah, di kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta
.
"TKI non prosedural sering menjadi masalah. Ini perlu diselesaikan masalah secara bersama-sama," katanya akhir pekan lalu.

Mantan Ketua KNPI ini juga menyatakan, agar bekerja menjadi TKI di luar negeri menjadi pilihan ke dua. Pilihan pertamanya adalah bekerja di dalam Negeri. Menurutnya, lebih baik bekerja di dalam negeri, bisa membangun negeri sendiri.

Bagi yang masih menganggur dipersilakan bekerja di luar negeri namun itu hanya pilihan ke dua, pilihan pertama tetap bekerja di dalam Negeri. "Saya lebih senang agar bisa bekerja di dalam negeri menjadi pilihan pertama," papar Servulus.

Pihaknya berharap, jamaah majlis bisa membantu menjadi agen informasi kepada masyarakat terkait dengan TKI seperti tentang memahami prosedur dan mekanisme menjadi TKI.

Sebelumnya, dewan guru majlis Ashabul Kahfi yang juga ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly mengharapkan para santri memiliki tekad yang teguh dalam meraih pendidikan formal.

Tidak ada orang mati kelaparan karena kerja untuk menimba ilmu, untuk sekolah setinggi-tingginya. Ditegaskan, pendidikan formal membantu membentuk karakter santri lebih tangguh dalam membimbing masyarakat.

"Pesan saya tidak banyak, pendidikan, pendidikan, pendidikan," tegasnya.

Acara diisi lantunan sholawat yang diiringi hadrah, ceramah umum, kajian kitab Minahus Saniah, dan dzikir bersama tarekat Syadziliah. Hadir di dalamnya juga diantaranya Kiai Rahmat dari Bekasi, pengasuh pesantren Bintang Mazaya Kiai Lukman Nursalim dan jamaah majlis Ashabul Kahfi. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi