Berbuat Tak Senonoh dengan Siswi SMP, Kakek Dalang Masuk Bui

Senin, 06 November 2017 : 21.14
Pan Bagia alias Kakek Dalang, pelaku pelecehan seksual terhadap siswi SMP saat diperiksa oleh penyidik di Polsek Penebel
TABANAN - Pan Bagia (65), alias kakek Dalang terpaksa harus masuk bui, meratapi nasibnya meringkuk di balik jeruji besi setelah berbuat tak senonoh dengan Mawar (bukan nama sebenarnya), siswi SMP yang masih berusia 14 tahun, Minggu (5/11/2017) dini hari.

Informasi di lapangan, kasus asusila yang dilakukan Pan Bagia tersebut bermula ketika Mawar yang berasal dari Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali ini dengan ayahnya Wayan S (41) dan warga di banjarnya melakukan persembahyangan di Pura Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Sabtu (4/11/2017) malam sekitar pukul 19.00.

Usai sembahyang, ayah korban bersama rombongan menonton hiburan tarian hingga pukul 23.30. Ketika hendak pulang, korban ternyata tidak ada bersama rombongan. Sudah dicari hingga ke areal parkir mobil, korban tetap tidak ditemukan.

Ayah korban tetap mencari Mawar. Dalam pencarian tersebut, ayah korban bertemu dengan saksi Windu (14) teman sekolah korban, Minggu (5/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.00.

Saksi Windu mengaku melihat Mawar telah dijemput oleh Kakek Dalang yang berasal dari Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel. Mendengar informasi dari Saksi, ayah korban pun langsung bergegas menuju rumah Kakek Dalang di Banjar Jatiluwih Kangin.

Sesampainya di rumah kakek Dalang, ternyata rumah dalam keadaan sepi dan gelap. Meskipun ayah korban sudah memanggil-manggil nama Pan Bagia namun tak ada yang menjawab.

Merasa penasaran, ayah korban akhirnya berinisiatif masuk ke dalam rumah dan membuka salah satu pintu kamar yang ada di rumah tersebut. Betapa terkejutnya ayah korban setelah melihat anaknya Mawar berduaan dengan Pan Bagia.

Ayah korban merasa shock karena menyaksikan putrinya dalam keadaan telanjang hanya menggunakan celana dalam dan BH. Demikian juga Pan Bagia yang hanya menggunakan celana pendek.

Tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh oleh Pan Bagia, I Wayan S akhirnya melaporkan pelaku ke Polsek Penebel.

Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan tersebut. "Pelaku sudah kami periksa dan ditahan di Polsek Penebel, sebelum kasus ini kami limpahkan ke Polres Tabanan," katanya saat dikonfirmasi , Senin (6/11/2017) sore.

Menurut Kapolsek Penebel, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (1) dan atau ayat (2) UU no. 35 th 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 th 2002 tentang Perlindungan Anak dengan sanksi pidana ancaman hukuman 5 - 15 tahun. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi