Basarnas Tambah Kekuatan Bantu Pengungsi Gunung Agung

Senin, 27 November 2017 : 10.38
KARANGASEM - Badan SAR Nasional menambah kekuatan jumlah personel dan peralatan untuk membantu pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali yang kini dalam status level 4 atau Awas.

Peningkatan aktivitas Gunung Agung kembali meningkat dari status siaga (level 3) ke awas (level 4) terhitung sejak pagi tadi, Senin (27/11) pukul 06.00 Wita. Perubahan status ini dilatar belakangi adanya perubahan fase freatij ke magmatik, sejak terlihatnya sinar api di puncak sejak Sabtu (25/11) malam.

Hingga kini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak. Bahkan sudah mulai terdengar suara dentuman lemah yang capai radius hingga jarak 12 KM dari puncak.

Sinar api semakin sering teramati, ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi.

Dengan peningkatan status Gunung Agung, Basarnas menambah kekuatan dengan perbantuan tim rescue dari Kantor SAR Mataram sebanyak 21 orang dan Alut (Alat Utama) 3 unit truk angkut personil, 2 unit rescue truk dan 2 unit motor trail.

"Tim SAR yang berada di Posko Utama Tanah Ampo, Pos Aju Selat, Pos Aju Rendang, Pos Aju Jasri dan Pos Aju Les juga menambah kekuatannya," sebut Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana yang terjun langsung ke lokasi terdampak guna mengawal evakuasi warga.

Dia menegaskan, Tim SAR gabungan harus bisa mengosongkan Kawasan Rawan Bencana (KRB), diutamakan yang berada di KRB. Untuk itu dia berharap warga bisa kooperatif untuk bersedia dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Seluruh tim SAR gabungan siaga 24 jam, dan segera bergerak jika ada permintaan untuk evakuasi.

"Yang kami laksanakan sesuai prosedur, jam berpapun permintaan dari warga pasti akan segera ditindak lanjuti, 24 jam siap melayani masyarakat," tegasnya saat ditemui di Pos Aju Selat sembari menambahkan banyak pengungsi Lansia dan Balita yang harus dijadikan prioritas utama dievakuasi.

Petugas SAR membagikan masker di Karangasem/foto:sar dps
Sebagian masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri sejak Sabtu (25/11) dan juga percepatan evakuasi oleh Basarnas bersama potensi SAR lainnya. Mereka terus bergerak di lapangan melakukan evakuasi, dari pagi hingga dini hari.

Petugas SAR juga memberikan masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik, yang jika terhirup dapat mengganggu kesehatan. "Selain membantu evakuasi, kami juga memperhatikan resiko terdampak karena abu vulkanik, maka juga dibagikan masker pelindung pernafasan kepada warga," jelas Ketut Ardana.

Sampai saat ini, Basarnas telah mengerahkan 8 unit truk angkut personil, 3 unit rescue car, dan 8 unit motor trail, dari keseluruhan pengerahakn tersebut belum terhitung kendaraan operasional yang dimiliki potensi SAR lainnya, diantaranya dari TNI/ Polri, BPBD,DAMKAR KARANGASEM, PMI serta relawan lainnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi