Ancaman Bahaya Gunung Agung Tak Menentu, Personel SAR Denpasar Siaga

Rabu, 29 November 2017 : 19.18
Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ardana memberikan arahan jajarannya
KARANGASEM - Jajaran Kantor SAR Denpasar terus disiagakan di pos-pos pantau dan titik strategis lainnya menyusul tidak menentunya ancaman bahaya erupsi Gunug Agung di Kabupaten Karangasem Bali

Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana menyatakan, sampai saat ini, tidak ada pengurangan jumlah personil maupun alat utama (Alut).

"Kondisi Gunung masih belum stabil mengharuskan tim SAR tetap pada kekuatan dan kesiapan yang maksimal, tentunya ini sejalan dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi pada keterangan pers hari ini," terangnya saat ditemui di Pos Aju Selat, Rabu (29/11/2017).

Menurutnya ancaman bahaya pada saat ini tidak bisa diprediksi, bisa tiba-tiba mereda dan suatu saat bisa kembali meningkat.

"Sudah ada PVMBG yang memiliki kemampuan dan peralatan yang bisa mengamati aktivitas Gunung Agung, maka dari itu koordinasi terus dilakukan karena sangat berpengaruh pada rencana pergerakan tim SAR," tuturnya.

Pihaknya terus mengingatkan masyarakat sekitar dan relawan yang melintas di beberapa daerah terdampak abu vulkanik agar berhati-hati saat berkendaraan, mengingat jalanan menjadi licin karena tumpukan debu vulkanik yang terguyur hujan.

Dari laporan PVMBG periode pengamatan 06.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita merekam terjadinya kegempaan vulkanik dangkal 7 kali (amplitudo : 2-3 mm, durasi : 10-17 detik), vulkanik dalam 2 kali (amplitudo : 3-4 mm, S-P : 1-2 detik, durasi : 14-20 detik) dan tektonik jauh 1 kali (amplitudo : 11 mm, S-P : 14 detik, durasi : 70 detik).

Teramati asap kawah bertekanan sedang berwarna kelabu dengan intensitas tebal dengan tinggi 1500-2000 m di atas puncak kawah. Tremor Menerus (Microtremor) juga terjadi dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm).

Meskipun sementara ini mengalami penurunan aktivitas vulkanik, statu Gunung Agung masih pada level IV (awas).

Berdasarkan data rekapitulasi dari BPBD di Posko Siaga Darurat Gunung Agung di Tanah Ampo, hingga pukul 18.00 Wita total pengungsi sebanyak 43.358 orang dengan lokasi pengungsian berada di 229 titik.

Tim SAR juga terus melakukan evakuasi termasuk terhadap seorang warga teraDusun Kemoning, Desa Wanagiri, Bebandem yang mengalami depresi. Sejak pagi sampai dengan pukul 18.00 Wita, total keseluruhan warga yang direlokasi maupun evakuasi berjumlah 26 orang.

Tim SAR gabungan melakukan siaga 24 jam di Posko Tanah Ampo dengan kekuatan personil 48 orang, pos aju Jasri 12 orang, pos aju Les 32 orang, pos aju rendang 30 orang dan 47 orang dari pos aju Selat. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi