Aliran Sungai Bercampur Lumpur di Karangasem Jadi Tontotan Warga

Kamis, 30 November 2017 : 22.32
Meski dihimbau agar menjauh namun warga tetap menonton aliran air sungai bercampur lumpur di Karangasem
KARANGASEM - Tanpa menyadari resiko warga menonton aliran air sungai bercampur yang cukup deras di Jembatan Biaung yang dilalui Sungai Yeh Sah Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem Bali.

Tim SAR usao melaksanakan evakuasi terhadap 2 orang warga Dusun Perasan, Desa Ban, Kecamatan Kubu Karangasem, bergerak dari Pos Aju Selat menuju Jembatan Biaung bergabung dengan kepolisian setempat.

Di lokasi itu, banyak warga berkerumun di atas jembatan tersebut untuk menonton aliran lumpur, tanpa menyadari resiko bahaya yag bisa saja terjadi.

"Meskipun telah dihimbau agar menjauhi jembatan dan pinggiran sungai, namun tak diindahkan oleh warga," ujar Kepala Kantor SAR Denpasar Ketut Gede Ardana, Kamis (30/11/2017).

Tim SAR lainnya, 2 personil Basarnas dan 1 relawan SAI Rescue melakukan pemantauan di Yeh (sungai) Sah, Desa Muncan, Rendang yang juga dilalui aliran lumpur sangat deras.

Berdasarkan laporan dari PVMBG pada periode Kamis (30/11) pukul 00.00 Wita hingga 06.00 Wita, teramati asap kawah bertekanan sedang berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2000 m diatas puncak kawah.

Pos pantau merekam adanya kegempaan vulkanik dangkal 3 kali (amplitudo : 2-4 mm, durasi : 8-16 detik), vulkanik dalam 2 kali (amplitudo : 10-17 mm, S-P : 2-3 durasi : 28-37 detik), dan tektonik jauh 1 kali (amplitudo : 4 mm, S-P : 42 durasi : 122 detik).

Juga terjadi Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm). Secara visual juga sempat terlihat sinar api di kawah puncak Gunung Agung di CCTV Batulompeh.

Seluruh tim SAR gabungan yang melaksanakan siaga darurat bencana erupsi Gunung Agung ditugaskan di beberapa pos aju di daerah Rendang (21 personil), Selat (44 personil), Jasri (12 personil), dan Les Buleleng (30 personil).

Penempatan personil beserta alat utama (Alut) dilakukan dengan beberapa pertimbangan, diantaranya medan jalur evakuasi, luas serta jumlah sebaran penduduk dan potensi terjadinya ancaman bencana.

Seluruh tim SAR gabungan berjumlah 195 orang dari beberapa instansi diantaranya Basarnas, SAR Sabhara Polda Bali, Kodim 1623 Karangasem, POl PP Karangasem, BPBD Provinsi Bali, PBBD Karangasem, Polres Karangasem, ORARI Karangasem, Damkar Karangasem, TNI (Zipur 18) dan Pramuka.

Dua personil Basarnas standby di posko pemantauan dan koordinasi Gunung Agung Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain bidang (cluster) SAR, dalam siaga darurat ini juga melibatkan bidang logistik 219 orang dan bidang kesehatan 10 orang. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi