Warga Keluhkan Mandegnya Proyek Drainase di Buleleng

Minggu, 15 Oktober 2017 : 10.10
Warga soroti madegnya proyek drainase di Buleleng
BULELENG - Warga Desa Anturan Kecamatan Buleleng mengeluhkan mandegnya proyek Program Pembangunan Saluran Drainasa dan Trotoarisasi dengan nilai Rp 391 Juta lebih.

Proyek dilaksanakan CV. Putra Catur Dewata dengan jangka waktu 150 hari kalender terhitung dari 3 Juli s/d 29 November 2017. Tidak hanya itu, buruh juga mengeluhkan pembayaran upah tenaga pekerja Trotoarisasi yang berujung mogok kerja.

Kepala Desa Anturan, I Made Budi Arsana mengaku mendapat keluhan tersebut. Proyek mulai 3 juli 2017 itu menuai keluhan. Disamping jalan sedikit terlihat menyempit, padahal kawasan jalan Singaraja-Anturan-Lovina merupakan jalur padat penguna jalan umum dari pagi hingga malam hari.

"Kasihan yang bekerja perlu biaya hidup dari pagi hingga sore bekerja digaji dengan upah harian, mereka mengadu katanya sudah sebulan upah kerjanya tak dibayarkan sama kontraktor," kata Arsana kepada wartawan belum lama ini.

Jika proyek mandeg padahal desa akan menggelar Upacara bulan depan di Pura Dewa Gede Pati. Dengan begitu akan mengganggu kelancaran dan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

"Jangan sampai terbengkalai pekerjaan itu sehingga merugikan masyarakat umum. Kemarin dari PU sudah menyatakan siap memfalisitasi," ucap Arsana.

Selain itu, dia mendapat keluhan buruh dua bulan ini mereka belum terima gaji secara penuh. Dalam penerimaan gaji mereka hanya terima gaji secara bon (pinjam).

Mandor proyek trotoarisasi asal Desa Bontiing Made Suartha dikonfirmasi melalui telefone seluler pada 13 Oktober 2017 berdalih selama dalam pengerjaan itu, tidak ada suatu masalah keuangan terhadap para buruh.

Ia tidak tmengetahui kalau buruh lainmya mengadu ke Kantor Desa Anturan dan berteemu Kepala Desa I Made Budi Arsana. Suartha mengaku masih sibuk ada upacara kematian di desanya. "Dua hari lagi saya ke proyek," ucap Suartha kepada wartawan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng Ketut Suparta mengaku urusan finansial ketenagakerjaan disebabkan beberapa faktor, Jika berpengaruh terhadap kegiatan proyek, tentu ia akan mengingatkan.

"Urusan upah kita tak mencampuri, kecuali pekerjaan itu mandeg kita tegur atau terlambat kita denda. Secepatnya kita akan panggil kontraktor, tidak mungkin PU mau membayari itu kewajiban kontraktor," tegas Wijaya. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi