TMMD Jadi Imunitas Bangsa Indonesia Hadapi Globalisasi dan Modernisasi

Kamis, 26 Oktober 2017 : 20.34
Kasdam IX/Udayana Brigjen Stephanus Tri Mulyono dan Bupati Gianyar Anak Agung Bharata pada penutupan TMMD
GIANYAR - Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono menegaskan program kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) menjadi imunitas atau kekebalan tubuh bagi Bangsa Indoensia dalam menghadapi gempuran globalisasi dan modernisiasi.

Brighen Stephanus membacakan sambutan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono pada penutupan TMMD ke-100 yang digelar Kodim 1616/Gianyar (26/10) di lapangan Banjar Calo Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang.

Setelah sebulan TNI dan masyarakat bergelut dengan pembuatan jalan sepanjang 1650 meter menghubungkan Banjar Tangkup ke Banjar Timbul akhirnya kegiatan TMMD ditutup, Kamis (26/10/2017).

Upacara diikuti pasukan Satgas TMMD ke 100 Kodim 1616/Gianyar dengan instansi terkait selain itu juga dihadiri Bupati Gianyar Anak Agung Bhrata, Forkompimda Gianyar serta pejabat jajaran Kodam IX/Udayana.

Jenderal Mulyono dalam sambutan dibacakan Brigjen Stephanus intinya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas doa restu sehingga peringatan ke-72 HUT TNI berjalan lancar.

"Tingginya kepercayaan rakyat terhadap TNI mengindikasikan kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik," katanya.

Program TMMD yang saat ini telah berlangsung ke-100 kali, pada hakekatnya adalah sebagai implementasi upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistem kekebalan tubuh atau imunitas bangsa tersebut.

Pada dasarnya telah melekat secara inherent pada diri bangsa dan terwujud dalam nilai-nilai luhur serta terangkum dalam falsafah hidup Pancasila.

Kebersamaan dan Kemanunggalan TNI dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, baik dalam kegiatan fisik maupun non fisik, diharapkan dapat mengembalikan nilai-nilai luhur yang saat ini terasa semakin terkikis oleh arus globalisasi dan modernisasi.

"Itu semua, agar kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia dapat bertahan dari derasnya ancaman yang semakin sulit," tandasnya lagi.

Pada akhir upacara digelar Tarian Kecak mengambil judul perang Sugriwa Subali oleh 40 orang penari pimpinan Ketut Rina dari Peliatan dimana Bupati Bharata didaulat untuk menari Kecak dihadapan undangan.

Setelah pelaksanaan upacara Kasdam IX/Udayana bersama Bupati Gianyar didampingi Aster Kasdam IX/Udayana, Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Asep Noer Rokhmat, S.E melakukan peninjauan lokasi TMMD ke 100 TA.2017 berupa pembentukan badan jalan sepanjang 1650 meter dari Tangkup ke Timbul, jambanisasi dan bedah rumah. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi